Image

Aturan Green Bond Butuh Banyak Sinergi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016, 13:10 WIB
https img okeinfo net content 2016 12 02 320 1557094 aturan green bond butuh banyak sinergi EmwxKFyHvN jpg Ilustrasi obligasi. (Foto: Okezone)

BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji aturan penerbitkan green bond (obligasi hijau) kepada perusahaan (emiten) di pasar modal. Tujuannya adalah meningkatkan sustainable finance atau keuangan berkelanjutan pada industri jasa keuangan di sektor pasar modal.

Anggota Dewan Komisioner Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pengembangan aturan green bond memerlukan dukungan semua sektor seperti perbankan, corporate, hingga sektor non-bank.

"Yang jelas kita bahas dulu, kita kaji dulu tentu tidak dalam waktu lama, karena sustainable financing sendiri sudah memiliki Roadmap yang dikeluarkan OJK sejak 2014. Tentu ini tidak terbatas di atas kertas saja tapi ada tantangan yang dilakukan," ujarnya dalam Sustainable Finance Forum, di Westin Hotel, Bali, Jumat (2/11/2016).

"Mudah-mudah 2017 paling tidak ada perkembangan di semua sektor karena sebetulnya kan ini harus didukung semua sektor," sambungnya.

Dirinya melanjutkan, saat ini OJK tengah melihat bagaimana konsep green bond di beberapa negara yang sebelumnya sudah banyak mengeluarkan green bond. "Nah, di Indonesia kita sedang mencoba melihat konsep atau struktur seperti apa green bond yang cocok diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia," ujarnya

Sebagai informasi, OJK telah mengeluarkan Roadmap sustainable finance pada 2014. Salah satu program di dalam roadmap tersebut terdapat program green bond. Green bond adalah obligasi yang memenuhi unsur environment (lingkungan).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini