Image

Adhi Karya Rambah Bisnis Penjernihan Air Bersih

Agregasi Jum'at 02 Desember 2016, 14:43 WIB
https img k okeinfo net content 2016 12 02 320 1557223 adhi karya rambah bisnis penjernihan air bersih RCsnx8FxJc jpg Ilustrasi Adhi Karya. (Foto: Okezone/Dede)

JAKARTA - Meskipun target kontrak tahun ini diproyeksikan meleset dari target, namun tidak membuat surut ekspansi bisnis PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Bahkan tahun depan, BUMN konstruksi ini mulai merambah bisnis baruproyek penjernihan air bersih. Perseroan tengah mencari mitra untuk proyek yang membutuhkan ekuitas awal sebesar Rp4 triliun tersebut.

Direktur Utama Adhi Karya,Budi Harto mengatakan, perseroan tertarik memasuki bisnis penjernihan air karena tidak banyak perusahaan yang masuk pada industri tersebut. Nantinya bakal terdapat beberapa lokasi penjernihan air, di antaranya adalah wilayah DKI Jakarta dan Tangerang Selatan. “Ekuitas sekitar Rp4 triliun, nanti kami mungkin akan ada pinjaman,” ujarnya di Jakarta.

Untuk tahap awal, perseroan bakal menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun depan. Perseroan akan mengalokasikan sebagian besar capex untuk proyek pengembangan penjernihan air. Sementara itu, Adhi Karya menargetkan meraup dana sebesar Rp3,5 triliun dari aksi penjualan saham anak usaha tahun depan.

Perseroan menargetkan dana sebesar Rp1,5 triliun dari melepas saham PT Adhi Persada Gedung (APG) melalui proses penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham dan penjualan saham preferen anak usaha APG ke sejumlah investor sebesar Rp2 triliun.

Sementara Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan mengatakan bahwa perseroan membutuhkan dana cukup besar tahun depan. Oleh sebab itu Adhi Karya perlu memperbesar ekuitas untuk memperlebar ruang memperoleh pinjaman perbankan. “Tahun depan kami targetkan ruang untuk pinjaman menjadi sebesar Rp24 triliun,” ujar Harris.

Lebih lanjut,dia mengatakan bahwa ekuitas perseroan saat ini sekitar Rp5,4 triliun. Rata-rata governance perusahaan konstruksi dalam batas ruang pinjaman berdasarkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/ DER) sebesar 3 kali. Sehingga dengan besaran ekuitas saat ini ruang pinjamannya sekitar Rp15 triliun.

Menurut Harris, perseroan berniat melepas 35% saham dari modal disetor APG. Seluruh saham yang diterbitkan perseroan merupakan saham baru. Adhi Karya belum menunjuk perusahaan efek sebagai penjamin emisi (underwriter) aksi IPO saham. Namun, dia menyebutkan bahwa hanya akan ada satu perusahaan efek yang menjadi underwriter.

Sementara itu, perseroan akan menawarkan saham preferen anak usaha APG kepada investor strategis. Dia menargetkan investor strategis berasal dari industri dana pensiun (Dapen). “Kami harapkan bakal ada maksimal lima Dapen yang menjadi investor,” tuturnya.

Nantinya perseroan akan memberikan batas waktu kepemilikan saham preferen investor selama tiga tahun. APG memiliki opsi put atau membeli kembali (buy back) saham preferen tersebut. Harris menjelaskan, strategi financing dengan menjual saham preferen dilakukan untuk menalangi kebutuhan dana proyek pembangunan transit oriented development (TOD) light rail transit (LRT).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini