nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu Rekonstruksi Rumah Aceh, REI Butuh Data Akurat

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2016 11:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 20 470 1571096 bantu-rekonstruksi-rumah-aceh-rei-butuh-data-akurat-TlJ8oPvQx4.jpg Foto: Real Estate Indonesia (REI)

PIDIE JAYA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan mendukung upaya rekonstruksi infrastruktur berupa fasilitas pendidikan bagi para korban gempa Pidie Jaya, Aceh. Untuk itu, Satgas Tanggap Darurat gempa Pidie Jaya diharapkan secepatnya dapat menyampaikan data akurat terkait kerusakan yang dialami fasilitas pendidikan akibat diguncang gempa dengan magnitude 6,5 Skala Richter pada Rabu 7 Desember 2016.

“Bantuan rekonstruksi yang akan kami lakukan mungkin akan fokus ke bangunan-bangunan non-pemerintahan, karena bangunan semacam itu memiliki standar tersendiri. Kami akan lihat apa yang bisa dilakukan, sedangkan bantuan yang diberikan ini adalah tahap awal sebagai ungkapan empati dan simpati dari anggota REI kepada para korban gempa Aceh,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Soelaeman Soemawinata, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/12/2016).

Ketua REI Aceh, Rahmad Yadi menambahkan, setelah bantuan logistik diserahterimakan, pihaknya akan menginisiasi upaya penyaluran bantuan fisik untuk merekonstruksi gedung fasilitas pendidikan. “Setelah ini kita akan membantu pembangunan kembali bangunan gedung sekolah dasar atau taman kanak-kanak,” papar Rahmad.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, yang juga Komandan Satgas Tanggap Darurat gempa Pidie Jaya, mengatakan pihaknya segera melakukan pendataan ke lapangan. “Kami akan menerjunkan tim guna mencari pendataan objek bangunan yang butuh segera diperbaiki. Kami membutuhkan dokumen dan perencanaan khusus guna dipublikasikan kepada calon donatur sehingga bantuan bisa segera disalurkan,” kata Said Mulyadi, usai mendampingi Bupati Pidie Jaya Aiyub Ben Abbas saat menerima rombongan REI Peduli Gempa Aceh.

“Situasinya cukup sulit, ada kendala masjid yang rusak ringan dan rusak sedang. Kalau fasilitas tempat ibadah yang ambruk, relatif mudah karena bisa lebih mudah untuk direnovasi,” imbuh Aiyub Ben Abbas.

Bantuan logistik yang diberikan antara lain tikar, perlengkapan salat, matras, pembalut perempuan, susu bayi, dan obat-obatan. Adapun tahap awal, diwakili oleh DPD REI Aceh, telah disalurkan bantuan logistik di posko penampungan pengungsi di gudang Bulog di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, pada Minggu 11 Desember 2016. Bantuan tersebut diserahkan berbarengan dengan penyaluran bantuan dari BUMN Peduli.

Said Mulyadi berharap, REI dapat berkontribusi dalam proses rekonstruksi pasca-gempa. “Kami berharap dengan kapasitasnya, bantuan dari REI bisa berupa dukungan untuk renovasi bangunan sekolah yang luluh lantak akibat gempa,” ujar Said Mulyadi.

Menurut Said, gempa tersebut menimbulkan gelombang pengungsi sebanyak 83.838 orang tersebar di 124 titik. Sebanyak 82.122 orang (120 titik) pengungsi berasal dari Pidie Jaya dan 1.716 orang dari Kabupaten Bireuen (4 titik). Distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang. Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Meunasah Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini