Rekor IPO 2016, Waskita Beton Raih Dana Terbanyak

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 23 Desember 2016 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 22 278 1573545 rekor-ipo-2016-waskita-beton-raih-dana-terbanyak-YBmGjfWXXm.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Sepanjang 2016 terdapat 16 perusahaan yang melepas kepemilikan sahamnya ke publik melalui mekanisme initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari seluruh perusahaan tersebut, ada satu emiten yang mencetak rekor raihan dana IPO terbesar sepanjang 2016. Perusahaan tersebut adalah PT Waskita Beton Precast Tbk.

Emiten dengan berkode WSBP tersebut mampu meraih dana IPO sekira Rp5,166 triliun. Nilai raihan itu merupakan yang terbesar dari perusahaan-perusahaan lainnya, antara lain PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) atau PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR).

Waskita Beton Precast melantai pada 20 September 2016. Perusahaan, yang dinahkodai oleh Jarot Subana sebagai Presiden Direktur itu, memasang harga penawaran Rp490 per lembar saham.

Pada saat listing perdana, saham WSBP ini langsung dibuka melonjak Rp100 atau 20,4%, yakni dari harga awal Rp490 menjadi Rp590 pada pembukaan perdagangan perdananya. Saham WSBP pagi itu sempat menyentuh level terendah Rp490 dan posisi tertinggi di level Rp610. Total frekuensi 2.085 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan 1,96 juta lot dengan nilai Rp116 miliar.

"Kami sangat bersyukur bisa jadi perusahaan terbuka. Kami harap dengan ini bisa mendapatkan dukungan dan Waskita Beton Precast bisa terus berkembang," kata Direktur Utama WSBP Jarot Subana di Gedung BEI, Jakarta, kala itu.

Anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini melepas sebanyak-banyaknya 10,54 miliar lembar saham baru. Sekira 56% dari dana tersebut rencananya akan digunakan sebagai modal kerja. Di mana sebagian besarnya akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang kontraknya bersifat turnkey, yang akan digunakan untuk kegiatan operasional proyek, yaitu pembelian bahan baku, proses produksi, gaji karyawan, dan juga biaya overhead.

Sedangkan sisanya sekira 44% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka pengembangan usaha. Di mana rencananya perseroan akan menambah lima pabrik baru hingga 2018 dan meningkatkan kapasitas 8 pabrik yang sudah ada.

Sekadar informasi, proses pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) Waskita Beton Precast dilakukan pada 20 September 2016. Perseroan menunjuk 4 penjamin pelaksana emisi efek atau under writer, yakni PT Bahana Securities (DX), PT BNI Securities (NI), PT Danareksa Sekuritas (OD) dan PT Mandiri Sekuritas (CC).

Tercatat pada 21 Desember 2016, saham WSBP di posisi Rp545 per lembar saham atau meningkat 11,22%.

Otoritas Jasa Keuangan juga telah menetapkan saham Waskita Beton Precast sebagai efek syariah melalui Keputusan Nomor: KEP-40/D.04/2016.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini