Image

Bank Mandiri Beri Kredit ke PT KAI Rp1,2 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 28 Desember 2016, 09:39 WIB
https img o okeinfo net content 2016 12 28 320 1577208 bank mandiri beri kredit ke pt kai rp1 2 triliun sEMNMFyvvj jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan Pinjaman transaksi khusus senilai Rp1,2 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pinjaman ini akan dipergunakan untuk pengembangan jalur kereta api yang saat ini tengah dibangun.

SEVP Corporate Banking PT Bank Mandiri Alexandra Askandar menjelaskan, fasilitas pinjaman ini akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi tersebut dengan tenor sepuluh tahun. ”Kami berkomitmen untuk terus mendukung proyek strategis nasional,” ujar Alexandra saat ditemui di Plaza Mandiri di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, pinjaman ini akan dipergunakan oleh PT KAI untuk pengembangan jalur double track Sumatera Selatan, dari area Pertambangan Bukit Asam di Tanjungenim Baru ke Tarahan, Lampung. ”Ini sangat penting, karena dapat mempercepat pengiriman batubara dari PTBA ke PLTU Tarahan dan PLTU Suralaya,” katanya. Sebagai informasi, hingga Oktober 2016 komitmen pembiayaan perseroan kepada sektor infrastruktur mencapai Rp96,9 triliun.

Angka ini meningkat 53% secara year on year . Dari nilai tersebut, komitmen pembiayaan terbesar diberikan kepada sektor transportasi. Anggaran itu mencapai Rp37,1 triliun dan proyek pembangkit listrik sebesar Rp32,1 triliun. Adapun, komitmen pembiayaan perseroan terhadap sektor perkeretaapian hingga 31 Desember 2016 telah mencapai Rp2,8 triliun.

Dia memprediksi pertumbuhan kredit yang disalurkan ke sektor infrastruktur bakal meningkat signifikan pada tahun 2017, bahkan mencapai double digit. Pertumbuhan tersebut didorong banyaknya proyek infrastruktur pemerintah. ”Kami juga maunya tumbuh double digit . Kita lihat, kereta api ini contohnya. Tahun depan kuartal I kita pasti ada rencana lagi (penyaluran kredit).

Untuk infrastruktur masih butuh pinjaman, untuk proyek jalan tol, LRT, dan sebagainya,” katanya. Alexandra mengungkapkan, selain proyek kereta api, proyek pembangunan jalan tol juga masih membutuhkan penyaluran kredit. Komitmen kredit untuk sektor jalan tol biasanya mencapai triliunan rupiah.

Menurut Alexandra, pertumbuhan kredit infrastruktur perseroan pada tahun ini sangat signifikan apabila dibandingkan tahun lalu. Bahkan, pertumbuhannya hampir 50% dibandingkan penyaluran pada tahun 2015.”Kami pastinya (menyalurkan) ke konstruksi jalan tol, pembangkit, pelabuhan, semua yang masuk ke dalam infrastruktur. Meningkat signifikan tahun ini,” jelas dia.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini