nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Layanan Feri Jarak Jauh Perlu Ditambah

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 28 Desember 2016 09:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 28 320 1577213 layanan-feri-jarak-jauh-perlu-ditambah-NEwYE0HAxT.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk terus mengembangkan layanan feri jarak jauh (long distance ferry) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, layanan feri jarak jauh Surabaya- Lembar yang dikelola PT ASDP sejak 1 Desember 2016 telah membuktikan bahwa waktu tempuh pelayaran jauh lebih pendek dan ongkos lebih murah. ”Pada akhirnya, logistik nasional semakin efisien karena pendistribusian barang dapat dilakukan lebih cepat,” kata Rini dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Tingkat keterisian penumpang dan kendaraan (load factor) KMP Legundi atau layanan angkutan feri jarak jauh Surabaya-Lembar yang dioperasikan PT ASDP terus menunjukkan peningkatan. Muatan kendaraan barang yang mendominasi jenis truk besar golongan VI hingga VIII berkontribusi hingga 85% dari total muatan. Rute Surabaya-Lembar memang menjadi pilot project layanan feri jarak jauh, yang diharapkan dapat disusul oleh lintasan feri lainnya.

Rini mengungkapkan, rute lain yang berpotensi untuk dibuka yaitu dari Pelabuhan Panjang (Lampung) ke Tanjung Priok. ”Ini juga potensial, truk besar yang membawa barang ekspor bisa diangkut langsung. Untuk implementasi, tentu bisa bersinergi dengan PT Pelindo II yang mengelola pelabuhan Panjang,” tuturnya.

Sementara, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi mengatakan, performa kinerja layanan angkutan feri jarak jauh Surabaya- Lembar cukup prima dengan rata-rata load factor sebesar 50- 60%. ”Pengguna jasa merespons positif ketersediaan layanan feri jarak jauh ini.

Muatan angkutan barang masih mendominasi, khususnya truk besar yang banyak mengangkut kebutuhan pokok untuk wilayah NTB dari Pulau Jawa,” katanya. Selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru ini, jumlah pengguna jasa yang memanfaatkan jasa KMP Legundi terus meningkat. Bahkan, dalam mendongkrak muatan KMP Legundi, perseroan juga membidik komunitas automotif yang menggunakan kendaraan kecil untuk menikmati sensasi perjalanan menuju Lombok dengan kapal feri.

GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya Jupri Effendi mengungkapkan, salah satu rombongan komunitas automotif yang menggunakan jasa penyeberangan KMP Legundi ialah komunitas mobil Pajero Indonesia yang akan melakukan tur di Lombok. ”Kemarin ada sekitar 24 unit mobil dari komunitas Pajero Indonesia yang naik KMP Legundi, rencananya mereka akan touring keliling Lombok,” ujarnya.

Menurut dia, komunitas automotif ini menjadi target potensial untuk mendongkrak muatan KMP Legundi ke depannya. Layanan angkutan feri jarak jauh ini tidak hanya mengurangi beban jalan darat dan mengurangi biaya logistik, tetapi juga mendukung sektor pariwisata di wilayah Lombok.

”Diharapkan, pengguna jasa yang menggunakan kendaraan golongan IV penumpang akan semakin banyak yang memanfaatkan feri jarak jauh ke Lombok. Tentunya, perjalanan dengan kapal ASDP ini lebih hemat, aman dan nyaman,” tuturnya. Pelayaran Surabaya-Lombok dijadwalkan berlayar dua kali dalam satu minggu, dengan waktu pelayaran sekitar 21 jam.

Dari Surabaya berangkat hari Senin dan Kamis, dari Lombok hari Rabu dan Sabtu. Sebagai perbandingan, perjalanan Surabaya-Lombok melintasi jalur darat dan penyeberangan Jawa-Bali, waktu tempuh perjalanan bisa mencapai lebih dari 30 jam.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini