nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10.065 Pekerja Asing Singgahi Bekasi Sepanjang 2016

ant, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2016 21:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 29 320 1578853 10-065-pekerja-asing-singgahi-bekasi-sepanjang-2016-HKSl5Spj4W.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

BEKASI - Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi, Jawa Barat, mencatat jumlah tenaga kerja asing di wilayah setempat pada 2016 sebanyak 10.065 orang.

"Jumlah itu tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi," kata Kepala Bidang Pendidikan Imigrasi, pada Kantor Imigrasi kelas II Bekasi, Hari Lesmana, di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, sekitar 500 tenaga kerja asing di antaranya berasal dari Tiongkok yang bekerja di perusahaan industri setempat sebagai tenaga ahli.

"Warga Tiongkok ada juga yang bekerja di bidang pendidikan. Tapi, kebanyakan di perusahaan industri," katanya.

Sedangkan sisanya berasal dari sejumlah negara di dunia termasuk Asia dan Eropa.

Hari menambahkan, jumlah tersebut berdasarkan rekapitulasi pihaknya terhadap perizinan kerja asing sepanjang 2016.

Dari jumlah itu, kata dia, yang mempunyai izin kunjungan sebanyak 778 orang, izin tinggal sementara sebanyak 9.192 orang dan izin tinggal tetap sebanyak 95 orang.

Jumlah keseluruhan itu berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Tapi sejak 28 Desember 2016 kami melakukan verifikasi ulang. Ternyata yang masih eksis bekerja hanya 6.000 orang. Sisanya mereka sudah tidak memperpanjang izin dan tidak lagi bekerja," katanya.

Meski begitu, kata Hari, pihaknya tetap melakukan pengawasan kepada seluruh Tenaga Kerja Asing.

"Setiap warga asing yang tidak memiliki izin akan dilakukan penindakan. Sepanjang 2016 kita telah menindak 12 WNA, sembilan orang warga negara Tiongkok karena melakukan penyalagunaan izin tinggal, satu orang WNA Thailand, dua orang WNA asal Pakistan," katanya.

Dikatakan Hari, sejak 2014 sudah ada 136 warga asing yang terkena penindakan deportasi karena mereka sudah melanggar izin tinggal.

"Untuk tahun 2016 ada 63 orang yang dideportasi, meningkat dari tahun 2014 ada 28 orang, tahun 2015 ada 45 orang. Kesalahanya rata-rata soal izin saja," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini