BI Akan Terapkan Mesin ATM untuk Semua Kartu

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2017 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 03 320 1581798 bi-akan-terapkan-mesin-atm-untuk-semua-kartu-DEh2WmGgAP.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA – Bank Indonesia (BI) tengah menggodok rencana penerapan kebijakan penggunaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk semua bank. Penerapan kebijakan tersebut diharapkan akan semakin memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi apapun tanpa terbatas dengan jenis bank.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Arief Budi Santosa mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang mengkaji kemungkinan sebuah kartu ATM bisa digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM dari bank manapun. Tidak seperti saat ini di mana satu kartu hanya bisa digunakan sesuai bank yang mengeluarkan.

“Kalau ATM bersama juga terbatas dari bank turut serta dalam ATM bersama tersebut,” kata Arief Budi Santoso, kemarin.

Arief mengakui, keberadaan mesin ATM dari masing-masing bank ini memang masih terbatas, hanya bisa melayani kartu ATM yang mereka keluarkan.

Sebenarnya, hal ini dipandang tidak efektif lagi karena akan membuat biaya mereka tidak efisiens. Mereka harus mengeluarkan biaya macam-macam untuk mesin ATM yang mereka milika di antara biaya pengadaan, pemeliharaan, jaringan, ataupun keamanan. Jika nanti satu kartu bias digunakan untuk semua mesin ATM, Arief yakin ongkos atau biaya yang dikeluarkan oleh perbankan dapat dikurangi.

Di samping itu, mobilitas masyarakat juga tidak terbatas, dan transaksi akan semakin meningkat karena tidak ada batas antar bank. Harapannya, selain mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan oleh perbankan, rencana tersebut juga akan membantu Bank Indonesia dalam misi mengurangi transaksi tunai dan meingkatkan transaksi non tunai melalui uang elektronik.

Karena saat ini misi mereka bukan saja mengurangi transaksi uang tunai, tetapi less chas money. “Perlahan-lahan mengurangi uang fisik,” kata Arief. Ditanya lebih lanjut kapan akan diterapkan, Arief belum bisa menjawabnya secara pasti. Sebab kemungkinan besar masih akan diujicoba terlebih dahulu di sebuah kota sebelum diterapkan secara menyeluruh di Indonesia.

Penerapan tersebut juga menunggu regulasi yang sedang mereka susun agar tidak ada yang merasa dirugikan nantinya. “Sebanyak 21 bank yang telah mengeluarkan ATM harus mengikutinya,” kata Arief. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Fauzi Nugroho mengatakan, pihaknya memang mendorong agar kalangan perbankan meningkatkan layanan mereka dengan memperbanyak titik-titik layanan.

Salah satunya adalah dengan memberikan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang bisa disebar di seluruh pelosok wilayah DIY. Mesin EDC sejatinya adalah upaya untuk mengurangi pergerakan uang tunai. “EDC memungkinkan bertransaksi dengan kartu,” kata Fauzi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini