Share

Harga Rumah di Singapura Terus Merosot, Momentum Dilirik Investor

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 05 Januari 2017 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 04 470 1583315 harga-rumah-di-singapura-terus-merosot-momentum-dilirik-investor-WSMepQ0mqX.jpg Ilustrasi: Shutterstock

SINGAPURA - Harga rumah pribadi di Singapura pada 2016 telah anjlok sebesar 3%. Hal ini diperkirakan akan kembali terjadi di 2017 dengan kisaran persentase yang sama dengan 2016.

Urban Redevelopment Authority (URA) mencatat triwulan IV-2016 penurunan harga rumah pribadi di Singapura turun untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Dengan perkiraan kuartalan jatuh sebesar 0,4% hingga pada akhirnya secara tahunan total penurunan sebesar 3%.

Chief Executive Officer (CEO) PropNex Realty Ismail Gafoor mengatakan, penurunan harga ini mengakibatkan akan memikat para investor. Namun, di sisi lain penurunan juga mencerminkan sentimen bahwa pasar saat ini sedang lesu, sehingga berdampak pada langkah-langkah meredakan pasar properti yang bergejolak (terutama harga). Selama 13 kuartal berturut-turut, harga rumah pribadi telah anjlok dan 2016 merupakan harga terendah sejak 2014.

"Harga properti pribadi telah mencapai titik stabilisasi pasar dan terlihat dari kinerja berbagai daerah. Tercatat harga menjadi cukup menarik bagi para investor terutama di Core Central Regions (CCR). Harga di CCR telah mencapai pertumbuhan 0,0% di kuartal IV-2016, dan Indeks Harga Properti Swasta 2016 dengan penurunan terendah dalam tiga tahun terakhir. Sehingga sinyal kepercayaan pasar lebih besar dari lebih banyak pembeli memasuki pasar," ujarnya sebagaimana dilansir dari laman opp.today, Rabu (4/1/2017).

Sementara itu, rumah dengan harga cukup murah dengan produk dan lokasi akan menjadi faktor-faktor paling diincar para pembeli rumah. Pasar perumahan tampaknya akan melanjutkan penurunan harga, namun ada kemungkinan permintaan naik karena berbagai faktor, mulai dari Total Debt Servicing Ratio (TDSR) dan Additional Buyers Stamp Duty (ABSD) bersama-sama mengendalikan naiknya aktivitas pembelian rumah. Pembeli sekarang lebih cerdas dan mulai berinvestasi di rumah-rumah pribadi.

"Harga saat menarik minat investor pada 2016 dan kami memprediksi bahwa volume transaksi di segmen perumahan swasta di akhir 2016 di kisaran 16.000 unit atau meningkat 13% dari 2015. Meskipun ketidakpastian prospek ekonomi dan suku bunga yang diprediksi akan naik, kami mengharapkan harga cenderung stabil pada 2017 dengan kemungkinan pertumbuhan negatif dari tidak lebih dari 3%," paparnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini