OJK: Batas Maksimal Pinjaman Fintech Rp2 Miliar

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2017 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 10 320 1588041 ojk-batas-maksimal-pinjaman-fintech-rp2-miliar-TZkMrZRppk.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Deputi Komisioner Manajemen Strategis IA Otoritas Jasa Keuangan Imansyah mengatakan, POJK yang diterbitkan 28 Desember 2016 lalu adalah peraturan untuk mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI). Penyelenggara LPMUBTI atau Fintech Peer to Peer yang membuka akses pinjaman dana baik dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di dalam negeri.

OJK sendiri hanya sebagai lembaga pengawas peredaran uang yang ada di perusahaan Fintech. Selain itu, OJK juga mengatur batas minimum pemberian pinjaman, serta mengatur siapa penyelenggaranya.

"Penyelenggara tidak boleh memberi pinjaman melebihi batas yang kita tetapkan. Untuk melindungi kepentingan stabilitas sistem keuangan nasional. Jumlah pinjaman akan kita batasi Rp2 miliar," ungkapnya di kantor OJK, Jakarta, selasa (10/1/2017).

Dalam masa pendaftaran, penyelenggara telah dapat melakukan aktivitas secara penuh dengan mendapat pendampingan dari OJK secara terus menerus melakukan evaluasi.

Melalui peraturan ini juga, OJK juga memfasilitasi dukungan bagi perkembangan inovasi ekonomi digital di masa mendatang dengan menyiapkan infrastruktur berupa Fintech Incubator Centre.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini