Image

Pajak Rokok Naik, Sri Mulyani Dianggap Semena-mena

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2017, 00:17 WIB
https img k okeinfo net content 2017 01 10 320 1588146 pajak rokok naik sri mulyani dianggap semena mena jfxGFR2EbL jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani. (Foto: ANT)

JAKARTA - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (Gappri) menyayangkan sikap Kementerian Keuangan yang jadi menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan hasil tembakau dari 8,7% menjadi 9.1%.

Bahkan Ketua Gappri Ismanu Sumiran menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sewenang-wenang atas pengambilan kebijakan tersebut. Sebab pihaknya merasa pemerintah tak pernah berpihak kepada industri rokok tanah air.

"Ini Menkeu mulai sewenang-wenang. Bayangkan, dulu awalnya kami membangun industri ini setengah mati. Para menteri pada berdiam diri. Sekarang kami sudah berdiri akan digembosi," tuturnya kepada Okezone.

Menurut Ismanu para pelaku industri rokok selama ini sudah pontang-panting membangun industri rokok tanah air. Dengan bertambahnya PPN semakin membebani para pelaku industri rokok.

"Sulit loh membangun kapasitas industri kami. Pasar itu nilainya Rp350 triliun, yang disetor Rp180 triliun termasuk pajak-pajak dan cukai," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini