Share

Renovasi Bandara John F Kennedy Bakal Habiskan Rp133 Triliun

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2017 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 10 470 1587986 renovasi-bandara-john-f-kennedy-bakal-habiskan-rp133-triliun-2rlasJ1Y71.jpg Foto: archdaily

NEW YORK - Pemerintah kota New York berencana untuk melakukan renovasi bandar udara (bandara) John F Kennedy International Airport. Adapun biaya rencana renovasi tersebut akan menelan USD10 miliar atau setara Rp133 triliun (mengacu kurs Rp13.298 per USD).

Dilansir dari ArchDaily, Rabu (11/1/2016), rencana renovasi ini diusulkan oleh Gubernur New York Andrew Cuomo. Nantinya, rancangan baru bandara tersibuk di kota New York ini fasilitasnya akan berubah menjadi menyatu, saling berhubungan. Alhasil, akan menjadikannya komplek bandara berkelas dunia.

Dalam proposal renovasi, bangunan akan direnovasi dengan mengutamakan meningkatkan sirkulasi seluruh bandara dengan menciptakan terminal terpadu yang akan menghubungkan sayap baru yang ada dengan relokasi cabang-cabang terminal baru. Jalan raya yang mengarah ke komplek juga akan dilebarkan dan dirancang ulang menjadi jalan lingkar untuk akses kendaraan lebih baik, dan taxiway; sebuah jalur penghubung antara landasan pacu (runway) dengan apron juga akan diperluas, sehingga akan memungkinkan untuk naik-turunnya penumpang lebih cepat. Selain itu, area parkir akan diatur ulang sedemikian rupa agar menjadi jelas batas-batas parkir untuk jangka pendek dan jangka panjangnya.

"Visi kami menyatukan, antar bandara saling berhubungan yang mengubah pengalaman penumpang dan membuat bandara lebih mudah akan akses dan navigasi. Kami ingat keberanian yang dibangun oleh negara ini, dan itu adalah sikap yang akan membawa JFK dan mengubahnya menjadi bandara abad ke-21 yang kita pantas dapatkan," kata Cuomo.

Di bagian dalam terminal, akan ada ruang makan, kawasan ritel untuk berbelanja bebas bea, dan fasilitas ruang konferensi. Tentunya semua fasilitas ini akan meningkatkan kenyamanan dan pengalaman para pelancong.

Renovasi juga akan dilakukan untuk teknologi keamanan, termasuk video pemantau dan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sengaja dirancang guna mempercepat proses penumpang.

Jika diterapkan, semua perubahan ini akan membantu bandara untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang setiap tahunnya terus meningkat hingga diperkirakan mencapai 75 juta orang per tahun pada 2030 dan 100 juta penumpang pada 2050. Dengan tingkat pertumbuhan penumpang saat ini, kapasitas bandara saat ini akan penuh dalam 10 sampai 15 tahun ke depan.

Perkiraan awalnya, proyek akan menelan biaya sekitar USD10 miliar atau Rp133 triliun dan USD7 miliar atau Rp93,1 triliun. Nantinya sumber dana dari Investasi Sektor Swasta. Namun, pihak arsitek akan menggarap proyek renovasi ini belum juga ditentukan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini