Image

Regulasi hingga Keterbatasan Anggaran Hambat Inovasi Pemda

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2017, 11:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 11 20 1588567 regulasi-hingga-keterbatasan-anggaran-hambat-inovasi-pemda-oGYjuqm5lK.jpg Seminar di Bappenas (Foto: Kurniasih/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyarankan pemerintah daerah bisa lebih kreatif dan inovasi dalam mengembangkan ekonomi daerah. Meskipun daerah memiliki masalah keterbatasan anggaran.

Deputi Pengembangan Regional Bappenas Arifin Rudiyanto mencatat, ada beberapa hal yang menghambat inovasi kebijakan dan kreativitas pejabat daerah. Hambatan tersebut antara lain regulasi, perencanaan dan kepemimpinan daerah, koordinasi antar pemangku kepentingan terkait, sampai dengan anggaran yang terbatas.

“Kemudian, roadmap ke depan, ketersediaan infrastruktur di daerah, hingga kualitas dan kuantitas daerah,” kata Arifin di kantor Bappenas, Rabu (11/1/2017).

Sementara pendorong inovasi, kata dia dipengaruhi tiga faktor. Seperti kepemimpinan setiap Kepala Daerah, regulasi yang memadai, serta alokasi anggaran yang mencukupi. Ketiga faktor tersebut membuat inovasi pemda bisa berjalan dengan baik.

Namun untuk mengembangkan inovasi dalam mendorong ekonomi daerah memerlukan sinkronisasi dan kebijakan lintas pemangku kepentingan, yang hingga saat ini masih bersiat parsial. Ini menjadi suatu perhatian.

“Tugas pokok dan fungsi pemerintah pusat dan daerah juga belum jelas. Regulasi di darah juga harus kondusif, dan terintegrasi dalam dokumen perencanaan,” tambah dia.

Pihaknya juga menyoroti hingga kini tidak ada insentif bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan inovasi. “Butuh perintisan data inovasi daerah berbasis online yang bisa dipakai semua pihak. Jadi sistem informasi di suatu daerah bisa diakses oleh semua daerah,” tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini