Image

Pengusaha Merasa 'Diakali' soal Kenaikan PPN Rokok

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 06:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 11 20 1588834 pengusaha-merasa-diakali-soal-kenaikan-ppn-rokok-r2RThff3QY.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan telah memutuskan untuk menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan hasil tembakau dari 8,7% menjadi 9,1%. Para pelaku industri rokok pun merasa kecewa atas kebijakan tersebut.

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (Gappri) Ismanu Sumiran bahkan merasa diakali oleh pemerintah terkait kenaikan PPN rokok tersebut. Sebab pemerintah pernah meminta masukan para pelaku industri soal rencana tersebut, namun masukannya justru dimentahkan.

"Tentang PPN kami ini merasa diakali. Kami pernah diundang diajak bicara, kami bangga karena suara kami suara rakyat, katanya suara Tuhan pasti didengar. Ternyata suara rakyat dan Menteri Keuangan tak sependapat," tuturnya kepada Okezone.

Ismanu mengatakan, kala diajak berdialog dengan pemerintah pihaknya mengusulkan agar kenaikan PPN dilakukan secara bertahap. Penetapan PPN rokok 9,1% diusulkan untuk diterapkan pada 2018.

"Beberapa kali dalam rapat kami jelaskan kalau mau naik jangan sekarang. Karena cukai pasti naik, PPN bertahaplah. Minimal jadi 8,9 % atau 9% lalu baru di 2018 9,1%. Itulah suara rakyat," tukasnya.

Menurutnya para pelaku industri rokok selama ini sudah pontang-panting membangun industri rokok tanah air. Dengan bertambahnya PPN semakin membebani para pelaku industri rokok.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini