Image

Tarif Pajak Rokok Mestinya di Atas 9,1%

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 05:33 WIB
https img k okeinfo net content 2017 01 11 20 1589181 tarif pajak rokok mestinya di atas 9 1 uubZBDbhuw jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendung langkah pemerintah yang menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyerahan Hasil Temabakau menjadi 9,1%. Bahkan kenaikan tersebut dinilai terlalu kecil dan kurang maksimal.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan, rokok berbeda dengan jenis komoditas lainnya. Rokok menjadi komoditas yang tidak normal alias dalam tahap kontrol pemerintah.

"Ini kan berkaitan dengan kesehatan, sehingga kenaikan pajak itu mesti dimaksimalkan kenaikannya," tuturnya kepada Okezone.

Menurut Tulus, kenaikan tarif pajak rokok ini tidak akan mengurangi daya beli masyarakat. Sebab, konsumsi rokok menjadi kebutuhan dan ini yang harus dikurangi karena bahayanya rokok.

"Saya rasa daya beli tidak akan turun. Tapi kembali lagi karena rokok berkaitan dengan kesehatan mesti diatur konsumsinya," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini