Image

Kenaikan PPN Rokok 9,1% Harus Diikuti Pengawasan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 06:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 11 20 1589184 kenaikan-ppn-rokok-9-1-harus-diikuti-pengawasan-Z8DeZDRZ2b.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerah Hasil Tembakau menjadi 9,1%. Kenaikan PPN ini harus dibarengi dengan peningkatan pengawasan.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo berpendapat, peningkatan PPN rokok rawan menimbulkan peredaran rokok ilegal.

"Jangan sampai kenaikan tarif ini lalu kalau tanpa disertai pengawasan dan racikan strategi yang tepat justru akan menimbulkan rokok ilegal, pengawasan di Bea Cukai di awasi di tingkat pabrikannya di tingkat cukai dan sebagainya," kata Yustinus kepada Okezone.

Menurutnya kenaikan PPN rokok akan terasa memberatkan bila pemerintah tidak segera menjelaskan arah kebijakan PPN rokok ke depannya.

"Memberatkan kalau tidak segera ada signal ke depannya mau bagaimana apakah mau murni 10% apakah mau begini naik sedikit sedikit," tukasnya.

Sekadar informasi, kenaikan PPN rokok diterbitkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 207/PMK.010/2016 sebagai perubahan atas PMK nomor 174/PMK.03/2015 tentang cara penghitungan dan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyeraah Hasil Tembakau.

Atas diterbitrkannya PMK tersebut PPn atas penyeragan hasil tembakau naik dari 8,7% menjadi 9,1%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini