Bupati Banyuwangi Persulit Pembangunan Minimarket, Ini Alasannya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2017 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 11 320 1588647 bupati-banyuwangi-persulit-pembangunan-minimarket-ini-alasannya-BDQymEiuyZ.jpg Foto: Kurniasih/Okezone

JAKARTA - Pemerintah daerah Banyuwangi memiliki aturan keras terhadap pembangunan pasar modern. Menjamurnya pasar modern seperti minimarket atau supermarket akan membuat pendapatan masyarakat tidak mampu tergerus.

"Ada mini market di kanan kiri, tidak ada toko kelontong tumbuh. Pendapatan ā€ˇrakyat tidak mampu cepat kalau pasar modern masuk," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Bappenas, Rabu (11/1/2017).

Karena aturan tersebut, Azwar mengaku disebut anti pasar global. Namun menurutnya untuk melindungi daerahnya, pembatasan mal maupun mini market cukup efektif.

"Banyuwangi sadar sejak lima tahun lalu sebelum income di atas 25 juta larang mal berdiri. Mal hanya simbol kemajuan sebuah kota tapi pajaknya enggak ke kita," tegas dia.

Kini, Azwar mengklaim pendapatan per kapita Banyuwangi naik dari 20,8 juta menjadi 37,53 juta. Sementara gini rasio Banyuwangi turun dari 0,33 menjadi 0,29.

"Mal kami larang sebelum income per kapita di atas 25 juta. Kalau income rendah, pasar modern merangsek ke desa-desa maka tidak akan bisa meningkatkan kapasitas ekonomi Indonesia," tukas dia.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini