Image

Ini Syarat RI Terbebas dari Jeratan Utang

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 20:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 12 20 1590125 ini-syarat-ri-terbebas-dari-jeratan-utang-DtzaC6BAZb.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Total utang pemerintah Indonesia pada November 2016 tercatat mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Utang Indonesia per November 2016, naik Rp45,58 triliun menjadi Rp3.485,36 triliun.

Di kalangan masyarakat awam, jumlah tersebut tentu sangat fantastis. Tapi apakah mungkin RI terlepas dari jeratan utang yang jumlahnya ribuan triliun?

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan, sebenarnya Indonesia bisa saja terlepas dari jeratan utang. Bahkan ketika pendapatan per kapita tembus USD10.000, RI tidak perlu berhutang.

"Bebas dari utang, bisa aja lah tapi kondisinya gini ya, kita enggak usah ngutang lagi kalau pendapatan per kapita kita sudah tinggi. misalnya di atas USD10.000 per kapita, kalau bisa USD30 ribu kayak Eropa," kata dia di Kementerian Keuangan, Kamis (12/1/2017).

Tapi sayangnya pendapatan per kapita RI baru USD3.000. Bila dirupiahkan pendapatan per kapita Rp40 juta per tahun.

Sejatinya, Schneider berpendapat, utang itu tidak masalah asalkan produktif. Artinya, dengan utang bisa menghasilkan sesuatu dan masih bisa menutupi utang tersebut dengan pendapatan yang dihasilkan dengan berutang.

"Asal utang itu produktif. beli aset, disewain lalu bayar utang. kan tenang-tenang saja, sisanya bisa dipakai untuk belanja, jadi utang itu enggak perlu ditakutkan lah, itu untuk instrumen mencapai tujuan kita, tujuan negara Indonesia mencapai masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini