Image

Bisakah JP Morgan dan Pemerintah 'Rujuk'?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 20:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 12 20 1590132 bisakah-jp-morgan-dan-pemerintah-rujuk-NG65hG3FK3.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Hasil riset JP Morgan Chase Bank NA yang dikeluarkan tahun lalu membuat berang pemerintah Indonesia. Pasalnya, Kementerian Keuangan merasa dirugikan dengan riset tersebut.

Pasca kejadian tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/PMK.08/2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.08/2013 Tentang Dealer Utama. Dalam beleid tersebut ada beberapa pasal yang diubah. Salah satunya, pasal 31 ayat 5.

Ayat tersebut berbunyi, Dealer utama yang telah dicabut penunjukkannya sebagai dealer utama karena kondisi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dapat mengajukan permohonan untuk menjadi dealer utama setelah 12 bukan sejak pencabutan dealer utama.

Artinya, JP Morgan masih memiliki kemungkinan untuk kembali menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Namun, apakah pemerintah akan kembali membuka kerjasama dengan JP Morgan?

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Schneider Siahaan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melihat keinginan JP Morgan untuk kembali bekerja sama dengan pemerintah. Kendati demikian, dia menyebut pintu kerjasama terbuka asalkan dealer menyanggupi revisi PMK yang belum lama dikeluarkan Kemenkeu.

"Ya kita lihat si kalau mereka mau enggak, kita belum lihat intensinya mereka tapi kalau kita sih kalau kerja sama semakin banyak orang kerja sama makin bagus sebetulnya benefitnya," kata dia di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Kalaupun jalinan kerjasama akan dibangun lagi, Schneider bilang, JP Morgan harus menunggu selama 12 bulan setelah diputus sebagai dealer utama SUN.

"Ya sesuai dengan itu (pasal 31 ayat 5, menunggu 12 bulan setelah pencabutan)," tukas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini