Image

PPN Rokok Naik, Negara Kantongi Rp1,3 Triliun

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 21:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 12 20 1590175 ppn-rokok-naik-negara-kantongi-rp1-3-triliun-5qFHd4mAyi.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyeraah Hasil Tembakau menjadi 9,1%. Sebelumnya PPN rokok ini dipatok 8,7%.

Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Goro Ekanto mengatakan, dari naiknya pajak rokok tersebut negara mendapatkan Rp1,3 triliun.

"Rp1,3 triliun itu kurang lebih, hitung-hitungan asumsi perkiraan produksi (rokok) tahun ini," kata dia di Kemenkeu, Kamis (12/1/2017).

Dia mengaku belum mengetahui mengenai produksi rokok yang di proyeksi menurun tahun ini. Yang pasti, lanjut dia, besaran Rp1,3 triliun dihitung dari data produksi rokok yang dimiliki Bea Cukai.

"Isunya begitu (produksi turun), enggak ngerti juga, yang tahu kan pengusaha. Bea Cukai kan cuma dapat data," tukasnya.

Sekadar informasi, Kemenkeu telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 207/PMK.010/2016 sebagai perubahan atas PMK nomor 174/PMK.03/2015 tentang cara penghitungan dan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyeraah Hasil Tembakau.

Atas diterbitrkannya PMK tersebut PPN atas penyeragam hasil tembakau naik dari 8,7% menjadi 9,1%. Berdasarkan PMK tersebut, tarif PPN rokok 9,1% berlaku sejak 1 Januari 2016.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini