Image

MMS Kantungi Peringkat A+ Pefindo

Agregasi Kamis 12 Januari 2017, 15:00 WIB
https img z okeinfo net content 2017 01 12 278 1589760 mms kantungi peringkat a pefindo d5P6ysq0xI jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA+ untuk PT Marga Mandalasakti (MMS) dengan prospek peringkat perusahaan adalah stabil.

Pefindo menjelaskan, peringkat ini memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walau demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Selain itu, peringkat ini mencerminkan kepentingan MMS untuk induk usaha, pertumbuhan pendapatan tol yang stabil didorong oleh volume lalu lintas yang tinggi serta penyesuaian tarif secara reguler, dan indikator profitabilitas yang kuat. Namun dibatasi oleh leverage keuangan yang menngkat dalam jangka pendek dan menengah.

MMSI adalah bagian dari Grup Astra dimana 79,3% saham perusahaan dimiliki PT Astratel Nusantara yang sahamnya dimiliki Astra International yang fokus pada investasi infrastruktur.

Asal tahu saja, MMS yang telah mengelola jalan tol Tangerang-Merak ini, memberikan sinyalemen untuk ikut ambil bagian dalam tender proyek pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang. Namun, MMS akan mempelajari lebih dulu dokumen tendernya secara utuh.

”Dokumen tendernya sedang disiapkan oleh BPJT (badan pengatur jalan tol). Jadi, kemarin kami dapat undangan untuk ambil pra kualifikasi. Di situ ada beberapa proyek tol. Ada Serang-Panimbang, Cikampek II, Legundi, Cisumdawu, dan lainnya," kata Presiden Direktur PT MMS, Wiwiek Dianawati Santoso.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui detil mengenai proyek tersebut. Jika detail engineering design (DED) proyek tersebut sudah fix, kata Wiwiek, baru akan menentukan sikap.

”Kita belum tahu jelasnya seperti apa, karena ini kan baru akan ditender. Biasanya kalau sudah fix DED-nya, baru kita ngomongin. MMS melihat dulu, saya belum lihat dokumen tendernya. Kita tahu trasenya seperti apa, tapi kita belum tahu jelasnya dan juga kita lihat dulu studi kelayakan yang ditawarkan seperti apa,"ujarnya.

Meski demikian, kalaupun akan ikut lelang proyek tersebut yang maju bukan PT MMS, melainkan pemegang saham mayoritas PT MMS, yaitu PT Astratel Nusantara."Mungkin tidak bisa MMS. Kalau di kita kan, MMS ini hanya boleh satu perusahaan mengelola satu jalan tol. Jadi mungkin pemegang saham mayoritas kami yang akan ambil, Astratel Nusantara," ungkapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini