Image

Dirjen Migas: Gas Bumi Lebih Aman Dibanding LPG

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 16:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 12 320 1589848 dirjen-migas-gas-bumi-lebih-aman-dibanding-lpg-zsRBhaPrcw.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BATAM - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalirkan gas bumi (gas in) ke perumahan di wilayah Batam.

Aliran gas bumi ini tepatnya di Perumahan Sentosa Perdana, Blok D Nomor 12, RT01/RW020, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Ditjen Migas akan melakukan gas in di enam kota yang telah dibangun jaringan gas ke rumah tangga.

Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, penggunaan jaringan gas ke rumah tangga lebih aman dibandingkan gas LPG. Dia menyampaikan gas bumi lebih aman dibandingkan gas LPG. Tekanan gas bumi hanya 0,2 bar sementara tekanan gas LPG mulai dari 5 bar sampai 7 bar.

"Setelah kita saksikan tadi, apinya bagus, apinya biru sangat bersih, lebih aman dari LPG," ujarnya di Batam, Kamis (12/1/2017).

Dia menuturkan, akan melakukan gas in di enam kota yang telah dibangun jaringan gas ke rumah tangga sebanyak 89 ribu sambungan gas. Jaringan gas yang telah dibangun seperti Batam, Surabaya, Tarakan, Prabumulih, Cilegon, dan Balikpapan. Saat ini tinggal gas in.

"Satu per satu kita gas in supaya masyarakat memulai memanfaatkan jaringan gas rumah tangga ini," kata Wiratmaja setelah menyaksikan gas in di Batam.

Untuk tahun 2017, kata Wiratmaja, akan membangun sebanyak 56 ribu sambungan gas ke rumah tangga di Bontang, Samarinda, Mojokerto, Bandar Lampung, Muara Enim, dan Pekanbaru. Dia menuturkan, pertimbangan pemilihan kota tersebut karena daerah itu merupakan penghasil gas, kedua daerah tersebut sudah memiliki infrastruktur (jaringan gas). Dia mengakui kendala pembangunan cukup banyak, misalnya pembangunan jaringan di jalan, banyak perizinan yang harus diurus.

"Jika pemerintah setempat membantu akan mempercepat pembangunannya," katanya.

Sambung Wiratmaja, saat ini kota gas yang direncanakan adalah Kota Surabaya. Kemudian, Batam juga diharapkan menjadi salah satu kota gas di Indonesia karena jaringan gasnya sudah ada. Ditambah sumber daya gasnya tersedia. PGN sudah ditugaskan membangun pipa gas dari Natuna, saat ini gas di Batam sudah cukup banyak.

"Kalau jadi kita gas, harga gasnya lebih murah, bisa hemat 40-50%," ujarnya.

Sri Wahyuni (35), warga Perumahan Sentosa Perdana mengaku sangat senang telah mengunakan gas rumah tangga. Awalnya dia ragu-ragu untuk memasang jaringan gas ke rumahnya. Namun, setelah dijelaskan pihak PGN, sehingga dia tidak ketakutan untuk menggunakannya. Menurut dia gas rumah tangga lebih aman dan tidak takut lagi akan terjadi kelangkaan gas.

"Sudah digunakan untuk memasak, gasnya sudah dialirkan sejak semalam. Sekarang tidak takut kehabisan gas lagi. Gasnya juga tidak menimbulkan bau," kata Sri.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini