Image

Revisi Peraturan Minerba, Perusahaan Tambang Masih Bisa Ekspor Konsentrat

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 17:50 WIB
https img z okeinfo net content 2017 01 12 320 1589970 revisi peraturan minerba perusahan tambang masih bisa ekspor konsentrat twiiEyRT3z jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akhirnya merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara (Minerba) dengan mengeluarkan PP Nomor 23 tahun 2017. Dalam revisi kali ini pemerintah masih memperbolehkan ekspor mineral olahan yang belum dimurnikan atau konsentrat dengan beberapa persyaratan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, dalam PP tersebut pemegang kontrak karya pertambangan masih bisa melakukan ekspor konsentrat dengan mengubah jenis perizinan dari kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 tahun 2017 sebagai turunan dari revisi PP tersebut.

"Dalam PP ini pemegang kontrak karya harus merubah izinnya jadi IUPK. Ini tidak wajib kalau mau kontak karya terus, tapi di Pasal 77 UU Minerba wajib mengadakan pemurnian," terangnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Jonan menekankan jika tetap ingin menggunakan jenis perizinan kontrak karya maka perusahaan pertambangan harus membangun smelter.

Kendati begitu, Jonan menegaskan bukan berarti pemegang IUPK tidak harus membangun smelter. Perusahaan pemegang IUPK masih bisa melakukan ekspor konsentrat tapi harus berkomitmen membangun smelter dalam jangka waktu lima tahun.

"Jadi harus berkomitmen membangun smelter dan membuat pernyataan yang nantinya kita akan awasi terus. Kalau dalam lima tahun tidak ada progres kita cabut izinnya," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini