Image

Menteri Basuki Lantik Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 11:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 12 470 1589523 menteri-basuki-lantik-pengurus-lembaga-pengembangan-jasa-konstruksi-nasional-eJkVsMyEI2.jpg

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadmuljono mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Tingkat Nasional periode 2016-2020.

Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut setelah ditetapkannya Pengurus LPJK tingkat Nasional sesuai Peraturan Menteri PUPR (Permen PUPR) Nomor 51/PRT/M/2015 tentang Tata Cara Pemilihan Pengurus, Masa Baku, Tugas Pokok dan Fungsi, serta Mekanisme Kerja (LPJK) di mana telah dilaksanakan Rapat Pengurus Lembaga (RPL) yang dilaksanakan serentak di pusat dan di seluruh provinsi di Indonesia, untuk memperoleh susunan Pengurus Lembaga.

Rangkaian proses rekruitmen yang cukup panjang dan sangat ketat dilakukan oleh pokja penilai pengurus yang independen dan kredibilitasnya terpercaya dan terjamin, sejak Februari 2016.

"Semoga di bawah kepemimpinan dan kepengurusan yang baru ini, LPJKN dapat mengembangkan sektor jasa konstruksi Nasional lebih baik dan berdaya saing," ujar Basuki di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Basuki menerangkan, pengukuhan ini juga guna mendukung target pembangunan infrastruktur pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. Utamanya, melalui kesiapan kontraktor, konsultan, dan semua perangkat terkait yang ada di dalamnya.

LPJK harus mampu menjalankan kelima tugasnya sesuai amanat UU 18/1999, tidak hanya berorientasi pada proses registrasi dan sertifikasi.

“Banyaknya pembangunan dimungkinkan akan terjadi masalah hukum. Untuk itu kepada Dewan Pengawas dan Pengurus agar membekali diri dengan pengetahuan hukum konstruksi," tuturnya.

Masih kata Basuki, pihaknya mengharapkan Dewan Pengawas dan Pengurus LPJK yang baru dapat memberikan terobosan-terobosan baru untuk penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia ke depan. Selain itu, juga bisa menjadi motor pendorong dalam pengembangan jasa konstruksi dengan tetap menjaga daya kritis dan sikap independen, serta dengan penuh tanggung jawab terus memberikan pemikiran-pemikiran yang konstruktif, demi kemajuan jasa konstruksi nasional.

"Saya berharap Dewan Pengawas dapat menjadi unit yang menjaga dan mengawasi jalannya program dan tugas pengurus, bukan menjadi unit pengadilan," tuturnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini