Image

Serbuan Tenaga Kerja Asing, Menteri Basuki: Enggak Sampai 500 Orang

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2017, 15:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 12 470 1589798 serbuan-tenaga-kerja-asing-menteri-basuki-enggak-sampai-500-orang-VA3ZRouder.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menampik adanya serbuan tenaga konstruksi asing masuk ke Indonesia. Menurutnya, pada bidang tugas Pekerjaan Umum (PU) tenaga konstruksi asing paling hanya ada di beberapa proyek tol yang tentunya jelas bekerja sama dengan pemerintah China.

Bahkan, kata Basuki, jumlah tenaga konstruksi asing tersebut tidak sebanyak yang dikira. Dia memperkirakan hanya berada di bawah kisaran 500 orang. Namun yang pasti dirinya belum memiliki pendataan yang valid terkait hal ini.

"Saya kira kalau di PU, hanya paling di tol yang ada loan China. Sekitar 1.000 atau 500 saja mungkin enggak ada," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Beberapa proyek tol tersebut, ungkap Basuki, di antaranya tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan rampung pada 2018, tol Manado-Bitung, hingga proyek pengerjaan sodetan Ciliwung-Cisadane.

"Di sudetan Ciliwung-Cisadane ada 13 (tenaga konstruksi asing). Di Tol Manado-Bitung hanya 10 (tenaga konstruksi asing) enggak ada 20 mungkin. Jadi sangat kecil sekali di PU," jelasnya.

Namun demikian, Basuki menegaskan, terpenting sebenarnya adalah para pekerja konstruksi di Tanah Air harus mampu meningkatkan keahlian. Sebab, apalagi saat ini sudah memasuki era pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Sebetulnya kita harus memperkuat diri. Kita boleh kok tenaga kerja kita keluar. Yang di Filipina, Arab Saudi, Nigeria yang dibawa Wijaya Karya, Waskita Karya ada ratusan," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini