Image

Gubernur BI: Tantangan Ekonomi Makin Kompleks

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2017, 09:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 13 20 1590349 gubernur-bi-tantangan-ekonomi-makin-kompleks-5cpV7Q58zo.jpg Gubernur BI Agus Martowardojo (Foto: Okezone)

KENDARI - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan ke depan tantangan perekonomian akan semakin kompleks sehingga menuntut kesiapan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

"Tahun 2016 baru saja kita lalui bersama, tahun yang penuh dengan tantangan sekaligus membuka jendela kesempatan bagi perekonomian Indonesia. Walau pemulihan ekonomi global masih lemah dan disertai ketidakpastian, namun ekonomi nasional dapat tetap tumbuh dengan stabilitas makro ekonomi yang tetap terjaga," kata Agus Martowardojo di Kendari, Jumat.

Agus mengaku bersyukur di tengah gejolak eksternal yang ada, ekonomi Indonesia mampu menunjukkan resiliensinya dan tumbuh 5,02% di triwulan III 2016.

"Bahkan di beberapa provinsi seperti di Sulawesi Tenggara ekonomi masih mampu tumbuh 6%. Capaian ini diraih seiring dengan tingkat inflasi nasional yang rendah dan terkendali yaitu di kisaran 3,02%. Inflasi ini berada dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 4 plus minus 1% dan lebih rendah dari angka di tahun 2015," katanya.

Di tengah masih lemahnya harga komoditas global, katanya, defisit transaksi berjalan serta defisit APBN 2016 dapat tetap berada di tingkat yang sehat bagi kesinambungan perekonomian.

Di samping itu, katanya, nilai tukar rupiah di sepanjang tahun 2016 tercatat mengalami penguatan 2,34% terhadap dolar dengan volatilitas yang relatif terjaga.

"Hal tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia setelah Yen Jepang," katanya.

Gubernur BI berada di Kendari dalam rangka melantik Minot Purwahono sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (12/1).

Minot Purwahono sebelumnya menjabat Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng & DIY, di Semarang, dan menggantikan Kepala BI Sultra sebelumnya yakni Dian Nugraha yang kini dipercaya menduduki jabatan yang ditinggalkan Minot Purwahono di BI Perwakilan Jateng dan DIY di Semarang.

"Pengalihan jabatan kepala kantor perwakilan Bank Indonesia dari saudara Dian Nugraha kepada saudara Minot Purwahono merupakan sebuah proses regenerasi. Penugasan ini akan memberikan nuansa kewilayahan yang baru dan akan meningkatkan kualitas 'leadership' serta kemapanan dari jajaran pegawai pimpinan secara berkelanjutan," katanya.

Hal tersebut kata Agus, tentunya amat penting dalam rangka terus meningkatkan peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara, Gubernur Sultra Nur Alam dalam kesempatan itu mengaku selama kepemimpinan Dian Nugraha sudah menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah, salah satunya adalah berperan aktif dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk menekan angka inflasi.

"Harapan kami, pejabat yang baru bisa mempertahankan kondisi ini," katanya.

Pelantikan itu dihadiri pula oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap, pimpinan TNI di Sultra, pimpinan perbankan di Sultra, pimpinan SKPD lingkup Sultra.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini