nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenaga Kerja Asing Hanya Sementara

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2017 10:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 13 320 1590407 tenaga-kerja-asing-hanya-sementara-dCNj3uBDK9.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA –  Maraknya investasi dari luar negeri yang disertai tenaga kerja asing (TKA) tidak bisa dipungkiri. Meski demikian, kehadiran TKA diklaim hanya sementara alias dalam kurun waktu tertentu.

Keberadaan TKA sedianya untuk menjamin keberlangsungan proyek yang dimiliki investor, sekaligus diharapkan adanya transfer teknologi untuk pekerja lokal. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu takut dengan keberadaan pekerja asing. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, investor tidak mungkin mempekerjakan TKA dalam waktu yang lama, mengingat biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal.

”Mereka itu hanya sementara karena tingginya biaya dan beratnya upaya untuk menghadirkan TKA. Para pemilik proyek atau investor pasti akan sesegera mungkin memulangkan TKA-nya ke negara asal, lebih cepat lebih baik,” kata Thomas di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, penggunaan TKA di suatu proyek investasi biasanya dilakukan pada tahun pertama atau tahun kedua. Pola semacam itu terlihat dalam data-data yang dimiliki oleh BKPM.

”Di tahun ketiga sudah mulai berangsur-angsur berkurang. Di tahun keempat lebih banyak lagi yang dipulangkan,” ujarnya. Thomas pun meminta berbagai pihak menyikapi isu maraknya TKA secara proporsional. Dia menyebut, masyarakat sebaiknya tidak terlalu terobsesi dengan isu TKA sehingga melupakan isu yang lebih penting seperti upaya untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Mantan Menteri Perdagangan ini menuturkan, porsi TKA di Indonesia masih sangat minim dibandingkan TKA yang ada di negara-negara tetangga.

Dia mencontohkan, keberadaan TKA di Singapura bisa mencapai 20% dari total pekerjanya. Begitu juga dengan Malaysia dan Thailand yang mencapai 5%. ”Kita baru 0,1%. Jadi, masih ketinggalan dibanding negara saingan kita dalam memanfaatkan TKA,” kata dia. Dengan data tersebut, Thomas menilai, masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir secara berlebihan. ”Sementara, ada 6,5 juta orang Indonesia di luar yang menjadi TKA di negara lain dan sangat-sangat mampu bersaing di sana. Masak kita tidak mampu bersaing di negara sendiri? Ya kan tidak masuk akal,” imbuhnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya juga mengatakan bahwa keberadaan TKA lewat investasi menjadi bagian dari proses transfer teknologi. TKA disebutnya berperan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada tenaga kerja Indonesia dalam rangka konstruksi, pemasangan mesin dan peralatan, serta proses produksi.

Dia mencontohkan industri smelter di Sulawesi, pada masa konstruksi perbandingan TKA dan TKI mencapai 60% dan 40%, Namun, jumlah tersebut akan menurun saat proses produksi yaitu menjadi 65% TKI dan 35% TKA dan porsi TKA bisa turun hingga 15% pada tahun kelima.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini