Image

Ada Aturan Baru, Siap-Siap Spekulan Besi dan Baja Bakal Diberantas

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 16 Januari 2017, 13:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 16 320 1592546 ada-aturan-baru-siap-siap-spekulan-besi-dan-baja-bakal-diberantas-dre7WsTn48.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan tengah berupaya untuk memberantas praktik spekulan di industri besi dan baja. Salah satu bentuk upayanya dengan dikeluarkannya Permendag No 82/M-DAG/PER/12/2016 tentang ketentuan impor besi atau baja.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan itu akan mampu memberantas praktik spekulan. Sebab para pelaku industri di hilir kebanyakan melakukan impor besi dan baja jauh melebihi kapasitas pabriknya.

"Target dari peraturan ini adalah bagi industri yang kurang baik dan benar. Seperti banyak industri yang mengaku industri, menggunakan fasilitas industri tapi kenyataannya utilisasinya rendah dan lebih banyak melakukan kegiatan spekulasi. Itulah yang tidak kita inginkan," tuturnya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Sementara dalam Permendag tersebut, pemerintah tidak membatasi kuota impor, namun impor yang diajukan pelaku industri dibatasi sesuai dengan kapasitas dan utilisasi perusahaannya. Hal itu diyakini akan menekan aksi penimbunan produk besi dan baja.

Menurut Putu, saat ini juga spekulan yang berkedok sebagai pelaku industri. Hal itu agar mereka bisa mendapatkan fasilitas untuk impor besi dan baja.

"Mereka dapat fasilitas untuk impor bahan baku, tapi dia tidak melakukan itu untuk mengolah, tapi menggunakan bahan baku untuk spekulasi. Ini yang berbahaya, orang jadi enggak mau investasi kalau banyak spekulan," imbuhnya.

Selain menerapkan peraturan itu, pemerintah juga akan besikap tegas terhadap para spekulan di industri besi dan baja. Dimana jika didapati ada pelaku industri yang menjadi spekulan maka izin impornya akan dicabut.

"Enggak usah tindakan umum, dicabut saja izin impornya oleh Kemendag ya selesai," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini