nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BTN Diminta Tingkatkan Porsi KPR Non-Subsidi

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2017 11:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 17 470 1593416 btn-diminta-tingkatkan-porsi-kpr-non-subsidi-xWilctmqqw.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA– PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tahun ini diminta meningkatkan porsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi. Diharapkan, pangsa pasar KPR nonsubsidi BTN bisa mencapai lebih dari 20%, dibandingkan saat ini yang baru sebesar 18%.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, kinerja BTN sepanjang tahun lalu sangat baik. Dia meyakini, ke depan BTN bakal lebih baik sejalan dengan bergulirnya berbagai program pemerintah.

“Saya minta untuk yang KPR nonsubsidi bisa ditingkatkan lagi. Saat ini kan baru 18%, hanya terpaut 1% dari bank pesaing. BTN bisa lebih dari itu,” ujar Rini saat membuka Rapat Kerja BTN 2017 di Jakarta.

Rini mengatakan, porsi KPR nonsubsidi harus ditingkatkan, mengingat pemerintah akan mengurangi alokasi anggaran subsidi.

Untuk itu, BTN harus gencar meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dan mencari pinjaman dari luar. “Meski BTN paling kecil dibandingkan bank BUMN lain, perannya dalam membantu program pemerintah khususnya pembiayaan perumahan sangat besar,” tegasnya.

Menurut Rini, untuk bisa menggenjot porsi pembiayaan KPR nonsubsidi, Kementerian BUMN gencar mendorong sinergi BTN dengan BUMN lain. menurut Rini, potensi penyaluran KPR nonsubsidi dan subsidi sangat besar untuk bisa digarap BTN.

“Sebelum keluar, BTN harus bisa menyediakan KPR untuk karyawannya, kemudian karyawan BUMN lain juga bisa digarap agar bisa memiliki rumah dari BTN. Setelah itu, baru masyarakat lain bisa dimanfaatkan untuk memiliki KPR,” ujar Rini.

Dengan potensi yang sangat besar, Rini optimistis aset BTN bisa meningkat dua kali lipat pada 2018. Saat ini aset BTN sudah mencapai Rp200 triliun. Pada kesempatan yang sama Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengungkapkan, peran BTN sangat strategis dalam membantu pemerintah menyukseskan program pembangunan rumah rakyat khususnya program pembangunan sejuta rumah.

“Tanpa BTN, program perumahan Kementerian PUPR tidak akan bisa jalan. Kami sangat gembirajikakinerjaBTNbisa meningkat. Karena, pastinya akan berpengaruh juga pada peningkatan program perumahan pemerintah,” ujar Maurin.

Sementara, Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, demi meningkatkan kinerja perseroan, pihaknya akan memprioritaskan transformasi bisnis berbasis digital banking dalam mendorong pemenuhan program sejuta rumah.

Langkah ini dilakukan BTN, sekaligus untuk memperbaiki proses bisnis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan cepat. “Persaingan perbankan saat ini begitu hebat. Kami harus dapat masuk dalam era persaingan itu. Dan, BTN telah siap menyambut persaingan itu dengan bisnis perseroan yang sudah disiapkan berbasis digital banking,” ujar Maryono.

Maryono menyatakan, dirinya bersama direksi BTN sangat serius mengajak seluruh jajaran Bank BTN dalam menyambut transformasi bisnis perseroan berbasis digital. Keseriusan manajemen itu dapat dilihat dari tema yang diangkat dalam RKAP (Rapat Kerja dan Anggaran Perusahaan) BTN 2017.

Dalam raker tersebut Bank BTN mengambil tema “Meningkatkan Sinergi, Daya Saing dan Nilai Tambah Melalui Transformasi Bisnis Digital Banking untuk Mendukung Program Sejuta Rumah” . Maryono menambahkan, 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan, namun indikator makro ekonomi dan perbankan Indonesia menunjukkan tren yang membaik.

Hal ini seiring dengan perubahan kebijakan pemerintah di Indonesia yang mendukung penguatan ekonomi di 2016. Berkaitan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut, BTN meyakini bahwa peluang bisnis yang besar dalam hal pemenuhan kebutuhan hunian (backlog perumahan) nasional dan pemenuhan kebutuhan non-KPR sangat potensial bagi perseroan.

Transformasi BTN berbasis digital menjadi prioritas BTN di 2017 disebabkan semakin nyatanya dominasi dari kekuatan digital pada aspek bisnis di segala sektor dan lini masyarakat.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini