Tim Transisi Trump: Kami Tak Ingin Perang Dagang dengan China, Hanya Kesepakatan Baik

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 18 20 1594434 tim-transisi-trump-kami-tak-ingin-perang-dagang-dengan-china-hanya-kesepakatan-baik-LA5RBrGydl.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden terpilih Donald Trump bisa menjadi salah satu harapan besar terakhir untuk globalisme. Hal ini disampaikan oleh tim transisi Trump.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Pemodal America Anthony Scaramucci yang akan menjadi asisten Trump untuk berhubungan ke publik, mengatakan China dan Amerika Serikat memiliki "penyebab umum".

"Saya percaya bahwa AS dan pemerintahan baru tidak ingin perang dagang," katanya pada acara di mana ia secara resmi disebut sebagai anggota eksekutif tim transisi presiden terpilih.

Dirinya mengatakan, Trump ingin memiliki perdagangan bebas dan adil. Dirinya mengatakan, Amerika sudah melihat dampak negatif dari globalisasi sejak Perang Dunia II.

Penyataan itu langsung dilontarkan setelah pidato Presiden China Xi Jinping, yang mengatakan globalisasi ekonomi telah didukung pertumbuhan di seluruh dunia dan tidak boleh disalahkan atas masalah dunia.

"Kami meminta semuanya saat ini adalah untuk menciptakan lebih banyak simetri dalam perjanjian perdagangan ini," kata Scaramucci.

Mengacu pada globalisme, dirinya mengatakan, ini mencederai manufaktur Amerika. "Itu menyakiti kelas menengah Amerika dan itu melumpuhkan kelas pekerja Amerika ... Kita harus datang dengan kebijakan untuk mengubah itu..," ujarnya.

Dia menambahkan, ia menghormati China serta Presiden China dan mengatakan Pemerintah Trump ingin menjalin hubungan fenomenal dengan China.

"Tapi kalau China benar-benar percaya pada globalisme dan mereka benar-benar percaya pada kata-kata Lincoln, mereka harus mencapai sekarang dan memungkinkan kita untuk membuat simetri ini karena jalan menuju globalisasi bagi dunia adalah melalui pekerja Amerika dan Amerika kelas menengah, " katanya.

"Karena jika Anda dapat membuat naiknya upah di bagian dunia, ... Anda dapat membuat daya beli lebih dan lingkaran berbudi luhur konsumsi yang akan menyebabkan perdagangan lebih global dan hal itu akan menyebabkan perdamaian lebih global dan kemakmuran yang lebih global," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini