Jangan Rusak Rupiah, Begini Proses Pembuatannya yang Sangat Rumit

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 18 20 1594877 jangan-rusak-rupiah-begini-proses-pembuatannya-yang-sangat-rumit-d6gQBL2Osr.jpg Foto: Konpers Peruri (Foto: Kurniasih/Okezone)

KARAWANG - Bank Indonesia (BI) acap kali mengingatkan masyarakat untuk menjaga uang Rupiah. Jangan dilipat, diremas, dibasahi atau di-staples.

Ternyata, makna pesan BI tersebut sangat mendalam. Pasalnya, untuk membuat uang Rupiah harus melewati proses yang cukup panjang.

Okezone berkesempatan melihat langsung proses pembuatan Rupiah di pabrik produksi uang di Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Baratmilik Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). Sayangnya, kawasan produksi Peruri memiliki penjagaan sehingga tidak diizinkan mengambil foto di area pabrik.

Tahapan pertama yang dilalui saat pembuatan uang kertas adalah pengukiran (engraving) pelat pencetak uang. Pelat ini sebagai dasar untuk mencetak uang kertas

Setelah pelat siap, akan digunakan untuk mencetak kertas uang. Bahan baku kertas sendiri berasal dari Bank Indonesia (BI). Pada tahap ini, kertas akan mengalami tahap cetak awal. Pada proses ini, akan dimasukkan gambar saling isi (rectoverso).

"Di sini cetakan sisi depan dan belakang dalam satu proses," kata Deputi Departemen Cetak Uang Kertas Peruri Mohammad Sofyan di pabrik pencetakan uang Peruri, Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/1/2017).

Proses berikutnya, uang akan didiamkan dengan waktu 2x24 jam ditambah 8 jam. Lalu masuk ke cetak intaglio yang dilakukan secara bertahap. Mulai dari bagian belakang dan berlanjut ke bagian depan uang.

"Ini yang paling rumit, orang belum tentu menguasai. Selama proses berlangsung ada potensi masalah," tambahnya.

Pada proses pencetakan, uang akan dicek beberapa kali. Uang dalam bentuk lembaran besar akan diperiksa. Nantinya setiap kerusakan yang ditemukan harus dilaporkan dalam bentuk berita acara.

"Lalu lanjut ke proses pencetakan nomor seri yang diberikan BI," ujarnya.

Selanjutnya, uang akan diperiksa kembali usai pemberian nomor selesai. Lalu uang akan dipotong dan dikemas rapi. Baru setelah itu, uang Rupiah siap diserahkan ke BI.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini