Benarkah Bahan Baku Uang Rupiah Produk Impor?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 18 20 1594903 benarkah-bahan-baku-uang-rupiah-produk-impor-WOXY6bJEIn.jpg Ilustrasi : Okezone

KARAWANG - Pasca-diterbitkan, uang Rupiah tahun emisi 2016 diterpa isu miring. Mulai dari desainnya yang mirip yuan, uang Rupiah yang dicetak swasta, logo palu arit lambang komunis hingga bahan baku uang Rupiah yang di impor.

Lantas, benarkah bahan baku uang Rupiah berasal dari luar negeri?

Direktur Utama Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Prasetio mengatakan, bahan baku uang kertas yang digunakan perseroan selama ini dipasok oleh Bank Indonesia (BI).

"Kalau kertas itu kami memperolehnya dari BI, sehingga kebijakan mengenai pengadaan kertas, kami tidak dalam posisi memberikan penjelasan, kita di supply availability ketersediaan kertas itu dari BI," kata dia di pabrik pencetakan uang Peruri, Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, untuk asal usul bahan baku adalah kebijakan BI. Dia meyakini bank sentral memiliki kriteria yang baik dalam memilih bahan baku uang Rupiah.

"Mereka (BI) memiliki kriteria, kalau impor atau lokal itu nomor dua. Yang penting kualitas, tentunya local content juga diutamakan," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum memasok bahan baku, BI selalu meminta Peruri untuk uji coba. Pasalnya, bila kertasnya memiliki kualitas yang kurang baik akan mengganggu produksi uang di Peruri.

"Kalau kualitas kertasnya enggak cocok akan ganggu produksi, jadi sebelum membeli kertas dengan jumlah banyak, BI biasanya meminta kita untuk melakukan uji mutu dan tes cetak. Kalau hasilnya baik, maka BI baru secara governance akan men-supply secara besar-besaran," tukas dia.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini