Heboh Soal Lambang Palu Arit di Rupiah, Bos Peruri: Itu Disetujui BI

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 18 20 1595005 heboh-soal-lambang-palu-arit-di-rupiah-bos-peruri-itu-disetujui-bi-ihPjo5bOVN.jpg Foto: Dede Kurniawan/Okezone

JAKARTA - Belakangan ini lambang palu arit di uang Rupiah tahun emisi 2016 kembali diperdebatkan. Pasalnya, lambang palu arit diartikan sebagai logo Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kasus ini menjadi sorotan salah satu organisasi Agama di Indonesia. Akibat lambang tersebut, salah satu pimpinan organisasi tersebut berencana melaporkan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

Menanggapi isu tersebut, Direktur Utama Perum Peruri Prasetio menjelaskan, lambang yang diduga palu arit hanyalah fitur pengaman pada uang Rupiah. Hanya saja lambang BI yang dicetak dengan teknik rectoverso ditafsirkan berbagai macam oleh masyarakat.

"Rectoverso itu semata-mata sekuriti saja. Jangan dipersepsikan yang lain. Kita pokoknya menjunjung tinggi sekuriti," ucap dia di Pabrik Pencetakan Uang Peruri, Karawang, Rabu (18/1/2017).

Dia menegaskan, desain rectoverso sudah digunakan sejak 2001. Selain itu, rectoverso juga digunakan oleh negara lain sebagai pengaman terhadap mata uangnya.

"Rectoverso itu dari tahun berapa ya? 2001 sudah ada. Terus 2004 juga. Pokoknya itu hanya untuk security," tegas dia.

Menurutnya, BI maupun Peruri tidak asal dalam memilih teknik rectoverso sebagai fitur pengaman. Pasalnya, dalam sebuah desain uang rupiah akan melalui proses diskusi yang cukup panjang oleh Bank Indonesia dan otoritas terkait lainnya.

"‎Ya itu kan proses diskusi dan kita enggak bisa sewenang-wenang itu. Harus disclose, approval dan disetujui BI," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini