Share

RI-Jepang Kelola Sampah untuk Energi

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2017 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 18 320 1594291 ri-jepang-kelola-sampah-untuk-energi-E7HXkIxpkS.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Kementerian Lingkungan Jepang melakukan kerja sama pengelolaan sampah menjadi sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan teknologi lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Teknologi PLTSa ini telah dikenal sebagai teknologi unggul dari Jepang dalam pengolahan limbah sampah menjadi energi. Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, selain sebagai salah satu solusi mengatasi limbah sampah, kerja sama PLTSa ini juga diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat dalam penanganan dan pemanfaatan sampah. Edukasi publik tersebut meliputi cara mengurangi, memilah, dan mengolah sampah.

”Dalam kerja sama PLTSa ini akan dirumuskan pedoman teknis, model bisnis, model investasi, kerangka regulasi, dan materi edukasi publik. Kerja sama ini juga sangat penting untuk didukung semua pemangku kepentingan seperti pemda, swasta, dan masyarakat,” ujar Menteri LHK.

Dia mengatakan, selama ini implementasi pemanfaatan energi dari sampah masih menemui kendala, yaitu belum adanya teknologi yang signifikan terkait pemanfaatan energi dari sampah. Padahal, di sisi lain kondisi limbah sampah di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Tercatat, lebih dari 64 juta ton sampah dihasilkan per tahunnya.

Karena itu, perlu dicari cara untuk mengurangi sampah dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat luas, yaitu sebagai sumber energi. Di sisi lain, Menteri Lingkungan Jepang Tadahiko Ito mengatakan pemerintahnya akan memberikan dukungan penuh terkait penyusunan pedoman PLTSa, pembuatan model PLTSa, peningkatan kapasitas, dan bantuan tim supervisi yang melibatkan tenaga dari Jepang.

”Sebagaimana Kota Surabaya, Jawa Timur, yang telah menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah, maka target selanjutnya dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat dijalankan untuk kotakota besar lain seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Tangerang, Makassar, dan Manado,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini