Potensi Komoditas USD1.500 Triliun Hanya Numpang Lewat di Indonesia

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2017 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 19 320 1595741 potensi-komoditas-usd1-500-triliun-hanya-numpang-lewat-di-indonesia-qSMWLTp3Lb.jpg Ilustrasi kapal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.480 pulau dengan wilayah lautan seluas 5,8 juta kilometer persegi (KM2) dibanding dengan daratan yang seluas 1,9 juta KM2. Hal ini membuat sektor kelautan terutama sektor transportasi laut sangat membantu dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia

Anggota Indonesia National Shipowners Association (INSA) Cap Supryanto mengatakan, Indonesia masih perlu strategi yang tepat untuk pengembangan hubungan kerjasama yang produktif, serta kemitraan yang harmonis dengan pemerintah dalam pembangunan sektor pelayaran dan pelabuhan.

"Posisi strategis geo ekonomi sangat strategis bahwa dari 45% dari seluruh komoditas dan perdagangan dunia ada melalui angka USD1.500 triliun per tahun tapi sayangnya hanya lewat saja," ungkapnya di Menara Kadin Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pemerintah tidak punya rencana yang cukup ampuh untuk jadi acuan dalam strategi pembangunan untuk mencapai proyek-proyek yang sudah direncanakan.

"Masalahnya kita tidak punya masterplan untuk jadi acuan dari pemangku kepentingan. Konsep tol laut itu kita analisis tidak ada masterplan. Ada enam trayek tidak disiapkan masterplannya sehingga sulit bagi pelaku usaha, kementerian dan lembaga untuk menjalakannya," tuturnya.

Di sisi lain, struktur pelabuhan yang dimiliki Indonesia yang mencapai ribuan pelabuhan, sekitar 2.000 pelabuhan tersebut berasal dari Pelindo. Sehingga tidak dapat menampung muatan besar.

"Kita masih gunakan 90% kapal kecil seperti India dan China yang ukurannya lebih dari 10.000 teus. Efisiensi itu bisa kita dapatkan kalau kita gunakan kapasitas yang besar," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini