nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Orang Pekerja Asing Ilegal Terjaring Razia Gabungan di Jombang

Zen Arivin, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2017 16:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 19 320 1595808 4-orang-pekerja-asing-ilegal-terjaring-razia-gabungan-di-jombang-iIDQeuDRAW.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JOMBANG - Empat orang Tenaga Kerja Asing (TKA) diamankan petugas gabungan. Mereka diketahui tidak memiliki dokumen keimigrasian selama tinggal di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (19/1/2017).

Keempat orang tersebut yakni Lin Xuanmao (53) dan Zhuang Heping (42) yang keduanya asal China. Dua orang tersebut diamankan petugas dari perusahaan pengolahan plastik (PT Plastic Recycling) di Jalan Basuki Rahmat, Desa Cangkringrandu, Kecamatan Jombang.

Kemudian Krishnasami (42) warga negara India, diamankan dari pabrik sepatu Karya Mekar di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Jelakombo. Sedangkan Kim Byung Sam (49) yang berasal dari Korea, ditemukan petugas di perusahaan tongkol jagung di Desa Sembung, Kecamatan Perak.

Selanjutnya, empat orang TKA ini digiring petugas gabungan yang terdiri dari Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jombang, ke kantor Satpol PP. Sebab, saat dilakukan pemeriksaan, mereka tidak dapat menunjukkan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) dan Kartu Ijin Tinggal Terbatas (Kitas) yang dikeluarkan Imigrasi.

"Ada empat WNA yang kami amankan karena diduga melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan, Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang retribusi perpanjangan IMTA dan Undang-Undang Nomor 35 tentang Keimigrasian," kata Muhammad Tito Andrianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Kamis (19/1/2017).

Budi menjelaskan, selain mengamankan empat WNA itu pihaknya juga membawa sejumlah dokumen dari perusahaan yang ditempati para TKA ini. Selanjutnya, dokumen tersebut akan digunakan sebagai barang bukti dalam pemeriksaan selanjutnya.

"Kita akan mintai keterangan lebih lanjut di Kediri. Setelah ini, kami bawa mereka ke Kediri. Selain itu, kami juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi warga lokal yang juga kami ajak ke kantor nanti," tambahnya.

Jika terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tentang Keimigrasian, lanjut Tito pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak keempat TKA ini. Bahkan, hingga sanksi pemulangan atau deportasi.

"Jika memang bukti pelanggaran sangat kuat, pasti kami lakukan tindakan tegas sesuai UU keimigrasian atau kita lakukan deportasi," terangnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Jombang, Purwanto, mengatakan ada puluhan TKA yang bekerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Jombang. Seluruhnya terdata di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jombang.

"Untuk TKA ada 70 orang yang tersebar di sepuluh perusahaan di Kabupaten Jombang. Sedangkan 12 orang lainnya sebagai mahasiswa," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini