YLKI Catat Aduan soal Leasing Alami Penurunan

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 23 Januari 2017 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 23 320 1598674 ylki-catat-aduan-soal-leasing-alami-penurunan-WUHh5jtUum.jpg Ilustrasi motor. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sepanjang 2016 Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah menerima 57 pengaduan terhadap perusahaan pembiayaan alias leasing. Sektor pembiayaan menempati posisi kedua pengaduan di jasa keuangan setelah perbankan.

"Jumlah pengaduannya memang turun dari 2015 sebanyak 66 aduan. Tapi, porsinya meningkat dari 6,4% dari total aduan menjadi 7,3%," jelas Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di kantor YLKI, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, permasalahan yang diadukan mayoritas terkait penarikan kendaraan sebanyak 17 aduan, besaran perhitungan denda dan biaya sembilan aduan, objek jaminan bermasalah tujuh aduan, perilaku penagih utang tujuh aduan, tagihan angsuran bermasalah enam aduan, over kredit bermasalah empat aduan, pemalsuan identitas tiga aduan, kesalahan administrasi dua aduan dan lain-lain dua aduan.

Senada, Kepala Bidang Pengaduan YLKI Sularsi mengatakan, pengaduan terhadap leasing disebabkan minimnya informasi kewajiban yang diberikan oleh pihak leasing. Sehingga, konsumen tidak tahu secara rinci kewajiban yang harus dipenuhi.

"Hanya manfaatnya saja yang dijelasin yang negatifnya tidak dijelaskan. Seperti misalnya telat tiga bulan maka akan ditarik, kemudian ada biaya penarikan sampai Rp10 juta, kalau tidak bisa bayar itu yang menjadi masalah. Proses pembiayaannya juga terlalu mudah, jadi ujung-ujungnya gagal bayar," terangnya.

Dari pengaduan terhadap leasing yang masuk, YLKI mencatat paling banyak ditujukan kepada Adira. Namun jumlahnya hampir setara dengan perusahaan leasing lainnya.

"Kalau tidak salah sembilan aduan atau lebih (Adira), tapi hampir semuanya rata. Di daerah pun kita tidak tahu ini lembaga leasing mana, karena kita belum mengenal lembaga leasing itu," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini