nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Ditjen Pajak Pakai Teknologi CDN, Google Indonesia: Baru Pertama Kali Dengar

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2017 20:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 24 320 1600002 diduga-ditjen-pajak-pakai-teknologi-cdn-google-indonesia-baru-pertama-kali-dengar-4uGIneAx8w.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Google Indonesia mengklaim tidak menggunakan teknologi, bahkan menaruh teknologi apapun yang dapat mengetahui pendapatan iklan Google selama ini. Hal ini pun betolak belakang dengan pernyataan Direktorat Jenderal Pajak yang telah mendapati teknologi yang digunakan Google selama ini, yakni content delivery network (CDN).

"Oh saya enggak tahu yah (CDN), baru pertama kali dengar itu. Yang jelas teknologi yang bisa digunakan supaya semua unggahan menjadi ringan, orang punya website itu nanti akan loading cepat. Seperti media pakai itu ada teknologi digunakan supaya muncul cepat," jelas Head of Corporate Communication Google Indonesia Jason Tedjasukmana, di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Menurutnya, teknologi yang digunakan Google sejalan dengan daya jelajah pengguna. Di mana saat suatu website diunggah memakan waktu lama, maka pengguna akan segera beralih.

"Teknologi itu supaya loading misalnya foto-foto yang berat keluarnya belakangan. Kalau mobile habisin waktu 3 detik belum muncul, ditinggalin,"tuturnya.

Sebelumnya, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah segera tuntaskan masalah perpajakan Google Asia Pacific. Pasalnya teknologi yang selama ini menghasilkan pendapatan Google lewat iklan sudah didapati pemerintah.

Anggota Komisi XI Misbakhun menuturkan, pemerintah sudah dapati CDN yang dapat mengetahui pendapatan iklan Google selama ini. Informasi yang diterima sekira USD19 miliar, sangat besar jika dikenakan pajak.

"Dasar aturan kan sudah jelas, menarik pendapatan di sini ya harus bayar pajak di sini. Jangan ada yang melawan dasar hukum ini, pemerintah harus tegas supaya jangan terlalu lama persoalannya," tegasnya saat dihubungi Okezone.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini