Regulasi Sistem Pembayaran ATM Bank Pelat Merah Terbit di Kuartal I

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2017 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 25 320 1601036 regulasi-sistem-pembayaran-atm-bank-pelat-merah-terbit-di-kuartal-i-zXZCpZbeo9.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mengembangkan ATM yang bisa digunakan oleh semua bank BUMN dalam National Payment Gateway (NPG) guna mengembangkan interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran di Indonesia. Kini otoritas moneter tengah menyiapkan payung hukumnya melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, aturan NPG rencananya akan keluar pada kuartal pertama tahun ini. "Peraturan PBI tentang NPG belum keluar, tapi kuartal pertama itu bisa terwujud," kata dia di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Meski begitu, Agus menyebut surat keputusan pembetukkan NPG sudah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur. Sehingga, BI sudah mulai melakukan komunikasi ke industri perbankan, khususnya bank BUMN.

"Sudah diputuskan di RDG tentang nasional payment gateway, kita juga sudah komunikasikan ke industri tapi kalau untuk PBI-nya memang belum," tambahnya.

Agus menyebut, NPG yang akan didahulukan adalah ATM dan Kartu Debit. Selama ini, interkoneksi jaringan ATM di Indonesia dioperasikan oleh tiga perusahaan switching yang mengantongi izin sebagai prinsipal. Yakni, Artajasa Pembayaran Elektronis yang mengelola jaringan ATM Bersama, Rintis Sejahtera yang mengoperasikan jaringan ATM Prima, dan Daya Network Lestari dengan jaringan ATM Alto.

"NPG yang akan didahulukan itu ATM, terus debit card, baru ke arah uang elektronik, kartu kredit dan pembayaran transaksi daring (online). Sehingga EDC bisa dilakukan clearing dan settlementnya di dalam negeri. Uang elektronik progresnya bagus, dan kita akan dekati supaya bisa menciptakan efisiensi sehingga konsumen gak perlu bawa banyak kartu ya," tukasnya

Sekadar informasi, NPG adalah suatu sistem yang memproses transaksi pembayaran melalui berbagai instrumen (seperti kartu ATM/debit, uang elektronik, dan kartu kredit), secara elektronik. Dengan teknologi ini, NPG diharapkan dapat atasi sistem pembayaran di Indonesia. Dengan adanya NPG, masyarakat dapat melaksanakan transaksi nontunai dalam negeri dari bank manapun, menggunakan instrumen dan saluran apapun secara efisien.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini