nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

INSPIRASI BISNIS: Banker Mapan Pindah Haluan Jadi Penjual Sate Ayam

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2017 11:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 26 320 1601437 inspirasi-bisnis-banker-mapan-pindah-haluan-jadi-penjual-sate-ayam-SksPwE7Wr1.jpg Foto: Koran Sindo

HOMESICK begins with the food, begitu kata Ernesto ”Che” Guevara. Maka Rio Vamory pun menumpahkan rasa kangen terhadap kampung halaman dengan sate ayam.

Tak sekadar bisa menuntaskan kerinduannya terhadap Tanah Airnya, lelaki kelahiran Sumatera Barat tapi tumbuh di Zurich, Swiss, ini juga ingin mengikuti kata hatinya. Setidaknya, setelah malang melintang dengan jabatan mapan di berbagai lembaga keuangan selama 10 tahun di Zurich, Rio memutuskan untuk menjadi penjual sate ayam. Bukan membuka restoran mentereng atau megah di kota termahal dunia ini, tetapi penjual sate ayam dengan gerobak roda tiga, mirip penjual sate keliling di Indonesia.

”Saya bosan bekerja di perbankan, saya tidak bahagia di dunia itu,” tuturnya. Di Swiss, bekerja di lembaga keuangan hampir menjadi impian setiap orang yang ingin makmur dan hidup mapan. Tapi, itu tadi, jabatan yang memberikan kemapanan tersebut tidak menenteramkan hati bapak dua anak ini. Rio pun banting setir, dari karyawan berdasi menjadi penjaja sate keliling. Maka dia mulai mengatur rencana. Sebuah video diunggahnya ke portal media sosial. Isinya mengetuk hati penonton, khususnya warga Zurich, melalui video crowd funding .

”Video crowd funding juga semacam tes pasar, apakah usaha sate ayam ini layak atau tidak,” katanya. ”Saat ini, syukurlah, sudah tercapai sejumlah itu. Tinggal ini dan itu, maka musim panas nanti, saya sudah biasa jualan di Zurich,” tuturnya. Selain melakukan aksi video crowd funding, Rio juga mengirim press release ke beberapa media di Zurich. Neuer Zurcher Zeitung, NZZ, surat kabar paling prestisius di Zurich, berkenan menerima Rio untuk menjelaskan sate ayamnya.

Sehalaman penuh NZZ memberitakan proses lahirnya Mister Satay di Kota Zurich ini. Sate Rio, sebagaimana ditulis koran itu, rasanya maknyus. Ditambah lontong dan acar ketimun, diperkirakan membuat lidah orang Zurich tak bisa melupakannya. Jikapun ada yang perlu diperbaiki lagi, itu acar ketimunnya saja. Jalan kehidupan Rio Vamory hingga akhirnya memutuskan menjadi penjual sate dengan gerobak di Zurich amat menarik.

Kecuali ibu dan kakek tirinya, tidak banyak perhatian yang didapatkan Rio dari kerabatnya. Ayah kandungnya baru bisa ditemuinya setelah berusia 26 tahun. ”Ada keinginan untuk ketemu ayah kandung saya. Keinginan saja, bukan kerinduan. Semacam penasaran saja, tidak lebih. Toh setelah pertemuan itu, saya lega dan tak ingin ketemu lagi,” tuturnya enteng. Kisah Rio adalah salah satu kisah kurang menenteramkan hati bagi keluarga kebanyakan. Ibunya Rosmidar melahirkannya di Balingkah, Padang Panjang, Minangkabau, Sumatera Barat. Namun sang ayah kemudian meninggalkannya.

Rio pun dititipkan ke pesantren di Bogor, Jawa Barat. Ibunya menikah lagi dengan lakilaki keturunan Tibet yang diadopsi keluarga terpandang di Zurich. Meskipun menetap di kota yang gemerlap dengan kualitas kehidupan nomor wahid di dunia, Rosmidar mengaku kurang bahagia. Penyebabnya karena terus teringat akan Rio yang masih berada di Indonesia. Barulah dua tahun kemudian Rio bisa berkumpul dengan ibunya di Zurich. Semasa di Zurich ini, Rio lebih akrab dengan Gerhard B Sidler, kakek tirinya.

”Itulah sebabnya saya sebenarnya ingin mempersembahkan lahirnya Mister Satay ini untuk kakek saya,” katanya. Gerhard Sidler, kata Rio, banyak berpengaruh dalam hidupnya. ”Pengalaman bersama kakek saya ini sangat berkesan dalam hidup saya,” sebutnya. Di sekolah, kemajuan Rio sangat pesat. ”Saya kenal Rio sejak kecil, memang di sekolahnya dia pintar banget,” kata Dewi, salah satu warga Indonesia yang mengenal Rio sewaktu masih anak-anak. Siapa yang cerdas di Swiss, asal berkeinginan maju, akan mendapatkan banyak dukungan.

Rio pun akhirnya mendapatkan pekerjaan yang mapan di Credit Suisse, Bank Sarasin, dan lembaga keuangan lainnya. Namun, itu tadi, dia pun memilih menjadi penjual sate ayam setelah kelahiran anak pertamanya. Tidak gamang? ”Semua keluarga, istri dan ibu saya, mendukung semua ini,” katanya. Rio pun lantas mengaku ingin bertemu langsung dengan ayah kandungnya. Rasa penasaran Rio ini terjadi ketika menginjak usia 26 tahun. ”Saya tidak bilang ibu bahwa saya ingin bertemu ayah kandung. Saya hanya mengatakan ingin liburan ke Sumatera,” katanya.

Rupanya keinginan Rio ini terbaca ibunya. Saat mengantarnya ke Bandara Kloten, Zurich, Rosmidar memeluknya sekaligus memberikan alamat saudara tirinya di Sumatera. ”Kalau kamu ingin bertemu ayah kandungmu, temuilah saudaramu di alamat ini di sana,” katanya. Di Sumatera, Rio akhirnya bertemu Rico, saudara tirinya. Sementara Rian meninggal dalam tugas sebagai tentara ketika Aceh disapu gelombang tsunami. Ayah kandungnya?

Secarik kertas berisikan alamat terbaru ayah kandungnya diterima Rio dari saudaranya di Sumatera. Pencarian pun dilanjutkan hingga ke Jakarta. Rio bertemu dengan adik tirinya di rumah asri di Ibu Kota. Rio mengikuti adik tirinya itu meloncati pagar rumah. Sebenarnya ada rasa takut meloncati pagar rumah orang. ”Dia kan tahu di mana bapak saya berada,” katanya. ”Lagipula saya tidak akan menyerah begitu saja, sudah jauh-jauh dari Swiss, inilah saatnya ketemu dia,” kenang Rio. Rio pun pada akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.

”Anda kenal saya tidak?” kata Rio ketika bertemu muka dengan ayah kandungnya untuk pertama kali. Lama tak ada jawaban, hanya bapak-anak itu saling pandang. Akhirnya ayah kandung Rio pun menyadari Rio adalah anak kandungnya. ”Kamu anaknya Rosmidar ya,” kata sang ayah. Inilah pertemuan pertama sekaligus mungkin yang terakhir. Rio mengaku tak ingin lagi bertemu ayah kandungnya. ”Tapi penasaran saya terjawab dengan pertemuan itu,” katanya.

Rio menetap dengan istri dan dua anaknya di Zurich. Selain sibuk dengan keluarga kecilnya itu, Rio juga konsentrasi mewujudkan keinginan hatinya, menjadi penjual sate gerobak yang pertama di Swiss.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini