Image

Impor Gula Bukan Jalan Pintas, Kapan RI Bisa Swasembada?

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 01 Februari 2017, 13:40 WIB
https img k okeinfo net content 2017 02 01 320 1606532 impor gula bukan jalan pintas kapan ri bisa swasembada cbsfAmys2Y jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak keputusan pemerintah menambah kuota impor gula mentah. Jika tujuannya menstabilkan harga gula, keputusannya bukanlah dengan impor.

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan, pemerintah memiliki cita-cita swasembada, tapi jika tergantung dengan impor tidak mungkin tergapai cita-citanya. Semestinya kan ada peningkatan produksi di kebun dengan revitalisasi supaya hasil gulanya berlimpah.

"Produksi ditingkatkan, saluran pengairan diperbaiki, dibuatkan pabrik gula baru, rendemen tinggi. Bukan malah impor," tuturnya saat dihubungi Okezone, Rabu (1/2/2017)

Dirinya mencontohkan, rendemen di pada produksi gula di Thailand mencapai 14, biaya pokok produksi (BPP) untuk satu hektare (ha) lahan sebesar Rp50 juta, dengan hasil 12 ton sampai 14 ton. Karena rendemen (kadar kemanisan gula) mencapai 14 maka harga jual gula hanya Rp8 ribu per kilogram (kg).

"Coba kita, tahun lalu rendemen 6 kalau BPP 50 juta kita (petani) dapat berapa, ya jelas harga jual sampai Rp11 ribu. Artinya, kalau disuruh jual murah ya produksi di sawah ditingkatkan, pabrik gula diperbaiki supaya rendemen tinggi ya produksi naik harga turun," tuturnya.

"Bukan malah ambil jalan pintas impor. Kalau maunya gitu ya sudah enggak akan pernah swasembada," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini