Pasar Sekunder Perumahan Sedang Tak Aktif, Akibat Banjir?

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 07 Februari 2017 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 06 470 1610452 pasar-sekunder-perumahan-sedang-tak-aktif-akibat-banjir-OIaFMtTOfa.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Akhir-akhir ini pasar sekunder untuk perumahan mengalami kondisi tidak aktif. Hal itu bertepatan dengan puncak musim hujan yang datang mulai Januari hingga Februari.

Namun, dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda tidak aktifnya pasar sekunder dinilainya tak berkaitan dengan intensitas curah hujan yang akhir-akhir ini tinggi dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

"Jadi sebetulnya saat ini di sekunder isu banjir itu sudah enggak terlalu berdampak signifikan, apalagi sekarang artinya saat ini pun aktivitas pasar sekunder di Jakarta relatif enggak terlalu aktif juga," katanya dihubungi Okezone.

Dia menilai, saat ini banjir di sebagian kawasan, khususnya di Jakarta sudah mulai menurun dan berkurang, walaupun dia mengungkapkan di beberapa wilayah masih berpotensi banjir.

"Kalau Jakarta sebenarnya kan ada pengurangan titik banjir ya. Jadi yang saya tahu memang Kelapa Gading, Sunter, Pulomas itu masih ada potensi banjir tapi relatif sudah reda," lanjutnya.

Dengan demikian, dirinya tak dapat memastikan apakah curah hujan dan banjir menjadi penyebab tidak aktifnya pasar sekunder perumahan belakangan ini.

"Jadi kita belum tahu dampaknya itu karena banjir atau enggak, tapi itu kan merata di semua Jakarta ya yang sekunder itu nggak aktif," tambahnya.

Sekadar informasi, pasar sekunder perumahan atau yang juga dikenal dengan istilah secondary mortgage facility menjadi target utama PT SMF (Persero), yang merupakan perusahaan yang dibentuk untuk membeli kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank kreditur. Tagihan ini dikemas dalam suatu efek utang yang kemudian dijual kepada investor seperti misalnya perusahaan asuransi, dana pensiun ataupun investor perorangan.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini