Hasil Survei: Kredibilitas CEO di Indonesia Turun dan 78% Tak Percaya Pemerintah

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 08 Februari 2017 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 08 320 1612855 hasil-survei-kredibilitas-ceo-di-indonesia-turun-dan-78-tak-percaya-pemerintah-STu1CcAS90.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - CEO Edelman Indonesia Raymond Siva mengatakan, hasil survei Edelman ke-9 terhadap Indonesia untuk tahun ini menunjukkan model yang diterapkan pemerintah untuk menutup kesenjangan antara kelompok elite dan masyarakat umum. Selain itu juga memberikan peluang pendapatan yang merata dan infrastruktur sosial, agar diterima dengan baik di Indonesia.

Ada empat institusi yang membuat tingkat kepercayaan terhadap Indonesia meningkat yaitu Pemerintah, bisnis, media dan NGO. Dari keempat institusi, bisnis dipandang sebagai institusi yang dapat melakukan perubahan.

"Bisnis sebagai institusi secara kontinyu meraih kepercayaan hingga 76%. Namun, kredibilitas CEO turun enam poin menjadi 51% mengikuti penurunan global di 28 negara yang disurvei," ungkapnya di Gedung The Energy Building, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Tiga dari empat responden yang disurvei oleh Edelman setuju bahwa perusahaan seharusnya mengambil tindakan untuk meningkatkan laba sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar tempat perusahaan beroperasi. Selain itu, beberapa responden tidak percaya pada keempat institusi tersebut.

"Sebesar 78% dari responden kita tidak percaya Pemerintah, bisnis, media dan NGO sebagai institusi bisnis yang paling terpercaya bagi untuk dijalankan," tukasnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini jelas waktu yang tepat bagi para CEO untuk turun ke lapangan, berinteraksi langsung dan transparan dengan karyawan, pelanggan dan masyarakat. Sehingga hal ini dapat dilihat sebagai bentuk usaha memperjuangkan laba dengan tujuan mulia.

"Hal ini juga tidak dapat dihindari karena meningkatnya tingkat kepercayaan pada karyawan sebagai juru bicara untuk berbagai topik terkait perusahaan, bila dibandingkan dengan juru bicara perusahaan untuk media," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini