Image

Implementasi Paket Kebijakan di Daerah Dipertanyakan, Ini Alasannya

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 09 Februari 2017, 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 09 320 1613713

JAKARTA - Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2016 sebesar 5,02% memang naik dari pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 4,88%. Namun, pertumbuhan di 2016 masih jauh dari prediksi sebesar 5,2%.

Pengamat Ekonomi Indef Abdul Manap Pulungan mengatakan pertumbuhan ini hanya didorong oleh beberapa sektor saja dan masih banyak sektor yang mengalami penurunan. Sehingga tidak bisa disimpulkan jika pertumbuhan di 2016 baik.

Menurutnya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2017 sebesar 5,1%, semua sektor harus diperhatikannya dan dikembangkan. Solusinya dengan merealisasikan paket-paket kebijakan yang telah digulirkan Presiden Joko Widodo.

"Sudah ada 14 paket, hanya saja memang akan terlihat bagus saja di pusat. Tapi tidak tahu implementasinya di daerah, karena paket lebih ke birokratisasi dan perubahan regulasi. Itu yang membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk melihat respons dari paket tersebut," ungkapnya di Kantor Indef di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Selain itu, dia menuturkan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan Indonesia ke depan adalah jumlah penduduk. Pasalnya, saat ini penduduk masih banyak yang menjadi beban bagi Pemerintah.

"Ini harus kita manfaatkan agar jumlah penduduk tidak jadi beban tapi jadi model pembangunan Indonesia. Memanfaatkan bonus demografi, karena struktur penduduk Indonesia itu ditopang oleh kaum muda yang memiliki daya dukung kuat terhadap pertumbuhan ekonomi serta tingkat kepercayaan konsumen juga masih optimis, agar pemerintah bisa menangani dengan baik," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini