Image

Pemerintah Perlu Kerja Keras Pacu Perekonomian di 2017

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 13 Februari 2017, 07:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 10 20 1615272 pemerintah-perlu-kerja-keras-pacu-perekonomian-di-2017-gCpwhw76jc.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi RI tumbuh 5,02% di 2016. Meski dinilai masih baik, namun perolehan tersebut diluar target pemerintah di level 5,1%.

Pengamat ekonomi Nina Sapti Triaswati mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah cukup baik. Namun, banyak yang mengharapkan pertumbuhan ekonomi di 2017 bisa tumbuh lebih baik dan target sebesar 5,1% bisa tercapai.

"Pertumbuhan ekonomi di 2017 dapat dicapai jika perekonomian dunia membaik karena sekarang ekonomi global tidak pasti, sehingga ini menjadi dilema tersendiri bagi Indonesia karena cuma negara kecil. Tapi 5,1% itu moderat, bisa kita capai tapi Pemerintah harus kerja keras karena situasi dunia tidak baik, situasi global negatif," ungkapnya kepada Okezone, belum lama ini.

Menurutnya, jika ekonomi global tetap negatif maka akan sulit mengharapkan pertumbuhan dari komoditas ekspor. Saat ekonomi global negatif, semua negara luar akan menutup kerjasama dengan negara lain, sehingga Indonesia akan sulit melakukan ekspor ke negara lain.

"Jika ditanya apa bisa lebih baik ya situasi dunianya tidak baik tapi kalau untuk industri sendiri bisa berjuang lebih baik tergantung dari pemerintah," tukasnya.

Ia pun menuturkan, jika tahun ini sektor konsumsi rumah tangga dan investasi masih akan menjadi sumber utama untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia. Namun, dari sisi usaha, sektor manufaktur sisi pertumbuhannya masih akan menarik di tahun ini.

"Kalau dari sisi pengeluaran pasti konsumsi rumah tangga yang jadi sumber utama. Jadi kita bisa melihat sumber ekonomi utama dari sisi pengeluaran kan konsumsi dan investasi. Kalau dari sisi sektor usaha manufaktur sisi pertumbuhannya yang cukup tinggi dibanding dengan sektor lainnya. Jadi cara membandingkannya berbeda. Dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga paling besar dan sumber pertumbuhan ekonomi dari sektor usaha maka manufaktur masih dominan dan diikuti oleh sektor pertanian," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini