Image

Inflasi Tak Lebih dari 4%, Hati-Hati dalam Naikkan Harga!

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Sabtu 11 Februari 2017, 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 11 20 1615710 inflasi-tak-lebih-dari-4-hati-hati-dalam-naikkan-harga-ALJqtjbGPx.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,02%, naik dari pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 4,88%. Untuk di 2017, pemerintah prediksi pertumbuhan sebesar 5,1%. Prediksi pertumbuhan yang meningkat 1% pun dianggap masih normal.

Pengemat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang meningkat di 2016 masih ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga. Namun, ia juga melihat jika untuk mencapai target tahun ini, Indonesia tidak boleh hanya berharap dari satu sektor tersebut.

"Sampai sekarang yang masih bisa kita harapkan hanya konsumsi rumah tangga dan sektor pertanian. Atau dari sisi investasi bisa terus didorong dengan reformasi perizinan yang menyeluruh sampai ke daerah," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

 (Baca Juga: Menko Darmin: Kita Berjuang agar Inflasi Tak Lebih dari 4%)

Bhima juga menegaskan, Pemerintah harus tetap menjaga harga-harga kebutuhan tetap stabil atau kalau bisa menurun, maka pertumbuhan bisa melebihi 5,1%. Karena jika harga seperti komoditas pangan yang jadi kebutuhan pokok dan BBM naik maka inflasi juga akan tumbuh tinggi.

"Atau inflasinya dijaga jangan sampai tembus 4%. Pemerintah harus hati-hati dalam menaikkan BBM premium solar. Pencabutan subsidi listrik juga ditunda dulu. Itu opsi yang tersedia sekarang," tegasnya.

Bhima melihat jika sektor manufaktur bisa diharapkan kalau 14 paket kebijakan implementasinya bagus.

"Sekarang harga gas industri saja belum turun. Padahal pemerintah sudah janji harga gas lebih murah di paket kebijakan. Syarat lain juga kawasan industri harus terus diperhatikan. Terutama infrastrukturnya," tegasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini