Pemerintah Siap Bantu DP KPR Subsidi bagi MBR dan Pekerja Informal

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 12 Februari 2017 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 12 470 1616183 pemerintah-siap-bantu-dp-kpr-subsidi-bagi-mbr-dan-pekerja-informal-P451UUI49Y.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mengalokasikan dana untuk membantu uang muka KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pekerja informal.

Rencananya, pemerintah membantu uang muka sebesar 20%-30% dari total harga rumah subsidi. Selain itu, program yang dilaksanakan dengan menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) ini juga menyediakan skim kredit pemilikan rumah (KPR) mikro bagi pekerja informal.

“Komitmen pemerintah sangat tegas dalam membantu MBR memiliki rumah. Terbaru adalah pemerintah akan membantu uang muka KPR subsidi dalam bentuk bantuan, bukan pinjaman,” ujar Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus seusai Pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 yang digelar PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) di Jakarta, kemarin (11 Februari 2017).

Maurin mengatakan, untuk masyarakat yang mendapatkan bantuan uang muka KPR subsidi, maka bunga yang berlaku adalah bunga komersial. Namun, pemerintah berharap bunga yang ditetapkan bank bisa single digit sehingga tidak terlalu memberatkan. Menurut Maurin, pemerintah sudah banyak melakukan terobosan untuk mempermudah MBR memiliki rumah, salah satunya dengan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke-13 yang memangkas perizinan perumahan dari 33 menjadi 11 perizinan. Namun, pemerintah daerah belum merespons secara cepat kemudahan tersebut.

“Perizinan ini banyak di daerah. Jadi ini terkait dengan peraturan daerah yang harus menyesuaikan dengan peraturan pemerintah pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono mengaku akan mendukung penuh program penyediaan rumah murah bagi MBR guna menyukseskan pembangunan sejuta rumah. Salah satunya, BTN dalam waktu dekat akan meluncurkan skema KPR subsidi untuk pekerja berpenghasilan tidak tetap atau pekerja informal.

“Dalam bulan Februari ini kami akan launching skema KPR mikro untuk pekerja informal. Ini potensinya besar untuk program pembangunan sejuta rumah,” katanya.

Lebih lanjut Maryono mengungkapkan, upaya BTN lainnya dalam menyukseskan program sejuta rumah, yakni dengan menggelar IPEX 2017. Acara ini digelar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-67 BTN, sekaligus sebagai salah satu langkah perseroan untuk mencapai target peningkatan pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) naik ke level 40% pada 2019 mendatang.

Menurut Maryono, dalam IPEX ke-11 ini, BTN membidik penambahan kredit baru senilai Rp2,5 triliun. Perseroan optimistis mampu mencapai target tersebut mengingat ajang pesta KPR ini akan menghadirkan 700 proyek properti dari 212 pengembang di seluruh Indonesia. Optimisme juga didukung berbagai promosi yang ditawarkan dalam pameran yang digelar pada 11-19 Februari 2017. Di antaranya, penawaran bunga murah sebesar 4,67% fixed 1 tahun untuk KPR nonsubsidi, serta bunga 5% fixed untuk KPR subsidi.

“Masyarakat dapat menikmati fasilitas uang muka mulai 5% untuk KPR nonsubsidi dan 1% untuk KPR subsidi,” katanya.

Maryono mengatakan, tahun ini menjadi peluang besar bagi sektor properti. Potensi tersebut terlihat dari angka backlog dan kebutuhan rumah yang masih tinggi, serta minat investasi ke sektor properti yang juga masih sangat besar. Pemerintah juga terus mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia dengan mengalokasikan anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), dan bantuan uang muka pada 2017 yang lebih besar dibandingkan pada 2016.

Selain itu, Bank Indonesia sudah melonggarkan aturan loan to value (LTV) pada 2016 untuk meningkatkan pertumbuhan KPR. Adanya potensi tersebut, menurut Maryono, juga ditopang berbagai langkah transformasi yang digelar Bank BTN. Dia meyakini, dengan langkah yang dilakukan tersebut, akan mengantarkan perseroan mencatatkan pangsa pasar sebesar 40% pada 2019 dari posisi saat ini sekitar 33,57%.

“Potensi di sektor properti tersebut akan dimanfaatkan BTN untuk meningkatkan kredit, sekaligus menambah pangsa pasar. Berbagai langkah akan dilakukan, salah satunya melalui berbagai ajang promosi seperti IPEX 2017 ini, juga melalui berbagai transformasi yang telah dan akan digelar perseroan,” ujar Maryono.

Dalam pameran IPEX 2017 ini, BTN juga menawarkan jangka waktu kredit selama 25 tahun untuk KPR nonsubsidi dan 20 tahun untuk KPR subsidi. Pameran ini juga menawarkan diskon 50% biaya administrasi dan provisi, diskon hingga 20% pada premi asuransi jiwa, sistem one hour approval, hingga fasilitas KPR bundling dengan kredit kendaraan bermotor serta furnitur untuk isi rumah.

(dhe)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini