Image

Industri Baja Lapis Diprediksi Tumbuh 20%

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 14 Februari 2017, 11:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 02 14 320 1617721 industri-baja-lapis-diprediksi-tumbuh-20-GLso2Hlmve.jpg Ilustrasi: Reuters

SURABAYA - Laju pertumbuhan industri Baja Lapis Alumunium Seng (BjLAS) terus meroket pada triwulan pertama 2017. Pelaku industri optimistis pertumbuhan sepanjang tahun ini bisa tembus 20% dari tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Sunrise Steel Henry Setiawan menuturkan, tahun ini pasar baja ringan terus membaik. Banyaknya pembangunan rumah yang digenjot pemerintah menjadi salah satu faktor kebutuhan baja terus meningkat. “Kalau kebutuhan baja tahun ini diprediksi meningkat sekitar 10%. Khusus untuk BjLAS peningkatannya bisa menembus 20%,” ujar Henry.

Dia berharap relaksasi LTV bisa menggairahkan bisnis properti. Efek dominonya, bahan bangunan BjLAS bisa ikut terkerek naik. Apalagi sekarang pemakaian baja ringan sudah populer di masyarakat. “Pada awal tahun ini juga banyak konsumen melakukan renovasi rumahnya. Belum lagi pembangunan perkantoran serta bangunan lainnya,” ucapnya.

Henry mengatakan, derasnya permintaan produk baja lapis aluminium yang meningkat masih dirasakan kurang dalam proses produksi. Sebab sampai saat ini masih ada tantangan dalam industri baja, yakni serbuan produk serupa dari China yang menawarkan harga lebih rendah. Meskipunharganya lebih murah, pihaknya yakin industri baja dalam negeri bisa memenangkan persaingan.

Apalagi kualitas produksi dalam negeri lebih unggul dan tahan lama. “Kami perkirakan permintaan baja lapis ini masih akan tumbuh sepanjang tahunini. Karena kebutuhan material properti masih tinggi dengan menggeliatnya pembangunan perumahan,” katanya. Hingga saat ini total kebutuhan baja lapis di Indonesia mencapai 1 juta ton per tahun.

Dari kebutuhan itu, sekitar 40% di antaranya masih ditopang produk impor. Produsen dalam negeri pun harus bisa terus meningkatkan kapasitas produksinya. Untuk mengisi ceruk pasar baja lapis tersebut, Sunrice Steel berencana menambah kapasitas pabrik Balikpapan dan Bandung hingga 60.000 ton.

Direktur Ciputra, Sutoto Yakobus menuturkan, geliat pertumbuhan properti memang diikuti sektor pendukung lainnya.

Barang-barang seperti baja, besi, batu bata, semen, maupun pendukung lainnya akan ikut terkerek naik. “Jadi maju dan tidaknya bisnis properti ikut memberikan dampak bagi usaha yang lain. Ini bagus untuk iklim investasi, terutama dalam serapan tenaga kerja,” katanya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini