Image

Pilkada Tentukan Kepercayaan Investor ke Indonesia

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 16 Februari 2017, 06:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 15 20 1618953 pilkada-tentukan-kepercayaan-investor-ke-indonesia-YSc2DyJAXT.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia telah melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak pada tanggal 15 Februari 2017. Terdapat sekira 101 daerah yang akan melakukan pencoblosan kepala daerah.

Pemerintah pun sangat antusias menyambut Pilkada serentak ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017 dan menetapkannya sebagai Hari Libur Nasional.

Menilik lebih jauh, Pilkada ini tak hanya berdampak pada keadaan politik di Indonesia. Keadaan ekonomi Indonesia pun juga turut berdampak terhadap pemilihan kepala daerah kali ini.

Ekonom dari Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, investor masih menunggu hasil pemilihan kepada daerah sebelum memutuskan untuk berinvestasi ke Indonesia. Hal ini menjadi salah satu alasan bagi investor mengingat Pilkada sangat menentukan stabilitas ekonomi nasional.

"Investor saat ini cenderung masih menunggu, ini terjadi pada berbagai sektor. Jadi Pilkada ini menentukan ekonomi kita juga," tuturnya kepada Okezone di Jakarta.

Menurutnya, Pilkada kali ini lebih menentukkan kepercayaan investor dibandingkan pemilihan Presiden beberapa waktu lalu. Penyebabnya adalah karena kerasnya persaingan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

"Pilkada Jakarta kali ini lebih keras dibandingkan sebelumnya. Jadi investor masih menunggu," jelasnya.

Jakarta adalah salah satu daerah terpenting dalam pemilihan kepala daerah kali ini. Apabila Pilkada DKI Jakarta berjalan mulus, maka bukan hal mustahil kepercayaan investor kepada Indonesia dapat meningkat.

"Tapi kalau ada keributan saya khawatir ada capital outflow (arus modal keluar) dari Indonesia," tuturnya.

Bhima melanjutkan, butuh waktu hingga kuartal ketiga tahun ini agar arus investasi kembali normal. Pasalnya, masih terdapat beberapa kemungkinan bahwa Pilkada akan berlangsung pada dia putaran.

"Apalagi di DKI kalau ada 2 putaran belum lagi nanti ada yang tidak puas lalu banding dan sebagainya. Ini jadi perhatian juga bagi investor," imbuhnya.

Diharapkan, Pilkada dapat berlangsung secara damai. Dengan begitu, maka ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dan terjaga pada level 5% pada tahun ini.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini