Image

4 Alasan Bisnis Hotel Asia Kian Cemerlang

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 16 Februari 2017, 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 16 470 1620388 4-alasan-bisnis-hotel-asia-kian-cemerlang-cQju0RPOPs.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Perusahaan konsultan properti JLL Hotels & Hospitality memprediksi investor hotel dari Asia akan terus tampil di tahun 2017 dengan kelompok-kelompok dari Singapura yang terkemuka.

Investasi di Asia Pasifik diproyeksikan tetap berada di USD8 miliar-USD9 miliar pada tahun ini. China pun masih dinilai sebagai pemain penting.

Berikut ini, 4 tren yang dirilis JLL terkait Hotel Investment Outlook 2017 di Asia Pasifik.

1. Investor China akan terus melakukan belanja

China masih tetap berhasrat terhadap sektor real estate hotel. Dengan potensi melemahnya renminbi artinya investor akan berupaya untuk mencari peluang di AS dan Eropa sebagai sarana untuk memaksimalkan keuntungan. Investor China akan selalu mencari aset thropy di pasar global seperti New York, London, Paris, Hong Kong, Tokyo dan Sydney.

"Ibukota China akan aktif di pasar hotel global, tapi aliran kesepakatan secara keseluruhan akan berkurang, terutama untuk transaksi di atas USD1 miliar, karena kontrol modal yang ketat. China mulai menggeser kebijakan besarnya yang dirancang untuk membendung investasi outbound," kata Sorgiovanni.

2. Jepang dan Australia berpeluang tinggi dilirik investor

Investor secara tajam mengawasi kesempatan aksi beli di Jepang dan Australia pada tahun 2017 ini. Jepang diharapkan dapat melihat 1 atau

2 penawaran thropy aset serta layanan terbatas terkait portofolio hotel yang memasuki pasar. Australia memiliki hotel lainnya yang datang secara online untuk meringankan krisis pasokan dalam menghadapi permintaan yang lebih besar berasal dari jumlah pariwisata yang berkembang, khususnya di Sydney dan Melbourne.

3. Pasar Asia membangkitkan minat pembeli

Pembeli melihat pasar seperti Thailand, Vietnam, Hong Kong dan Singapura.

"Thailand, Vietnam, Hong Kong dan Singapura terus mencatat kinerja perdagangan yang solid dan fundamental seiring pertumbuhan pariwisata yang kuat. Bahkan Singapura mencapai rekor tertinggi untuk kedatangan wisatawan di tahun 2016 lalu," jelas Sorgiovanni.

Malaysia, Kamboja dan Myanmar sebagai negara di mana beberapa profil transaksi tinggi yang berlangsung tahun lalu, serta mendorong peningkatan minat pendatang untuk masuk dari tahun ke tahun.

4. Alternatif akomodasi dapat berkembang lebih jauh di Asia Pasifik

Peneliti dari JLL mengungkapkan bahwa platform alternatif untuk akomodasi seperti Airbnb dan HomeAway menyumbang sekitar 10% dari pemesanan kamar di pasar global. Industri hotel akan melihat kemitraan kreatif dengan platform ini alternatif akomodasi seperti Accorhotels yang mengakuisisi Onefinestay pada tahun 2016.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini